Malam ini tiba waktunya untuk
belajar online menambah wawasan dan silaturhami dengan teman-teman seluruh
Indonesia. Ada yang beda pada belajar
kali ini, yaitu menggunakan aplikasi Zoom Cloud meeting. Walaupun pertama kali
mengikuti Zoom bersama omjay tetapi dalam home learning dan work from home saya
sering menggunakannya. Awalnya saya ragu menggunakan zoom lagi karena banyak viral berita tentang tidak amannya
penggunaan Zoom. Sampai aplikasi yang ada di ponsel sayapun dihapus. Namun hal
itu saya tepis dengan Bissmillah luruskan niat untuk belajar lalu saya buka aplikasi zoom yang masih ada di laptop.
Assalamulaikum wwb
pertama saya ucapkan salam untuk menemui yang punya hajat ,Beliau adalah
Wijaya Kusumah,M.Pd Sekjen Ikatan Guru TIK PGRI . Omjay begitu biasa beliau disapa. Kiprah dan penampilannya tak asing lagi di
dunia maya khususnya per Blogg-an . Lalu saya lanjut menyapa teman-teman peserta
Online seluruh Indonesia dengan senyuman, karena saat itu sudah ada peserta
sekitar 30 orang. Langsung saya mute, untuk mendengarkan penjelasan langsung
dari Omjay,karena kegiatan zoom kali ini tidak ada moderator yang mendampingi
beliau.
Materi yang di sampaikan omjay di zoom sama dengan yang disampaikan di webex
ini terlihat ketika omjay mulai memperihatkan slide yang sudah disiapkan bertuliskan
. “Pembelajaran Daring yang ideal”. Namun
waktunya berbeda. Kata Ideal mendekati
sempurna. Hal ini yang didambakan oleh setiap orang. Walaupun kenyataannya belum bisa
seperti yang diharapkan. Ideal berlaku juga dalam pembelajaran. Idealnya setiap
guru menguasai tehnik-tehnik dalam menyampaikan pembelajaran agar apa yang
menjadi tujuan tersampaikan dengan benar dan membuat siswa merasa benar-benar
belajar namun tidak di paksakan.
Pada saat ini, dengan adanya
pandemi COVID 19, diberlakukan pembelajaran
jarak jauh,atau lebih kerennya home learning. Guru dan siswa di tuntut untuk
bisa menggunakan aplikasi pada ponsel atau laptop yang mendukung tersampaikannya pembelajaran tersebut.Hal ini
mungkin tidak menjadi masalah bila di kota atau sekolah yang sudah terbiasa
menggunakan ponsel atau laptop dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.Namun
bagi sekolah atau daerah yang belum
terbiasa ini menjadi kendala.
Kembali pada belajar online tentang Pembelajaran daring yang ideal. Materi
ini di kemas sedemikian rupa hingga peserta daring pun ingin mengikuti jejak
omjay . Dilihat dari slide yang pertama setelah judul. Omjay memperlihatkan
keberhasilannya sebagai pemenang Inobel Sorak 2017. Membangkitkan renjana saya
ingin meraih sukses seperti beliau.
Pesan beliau ketika belajar
online beberapa minggu yang lalu yaitu menulis tanpa ide. Lalu saya pun membuat kolom
dengan judul “menulis tanpa ide “ di salah satu blog guru yang ada di
Indonesia. Ini terinsfirasi dari kata-kata beliau, tentunya isi dari artikel
tersebut tidak sama dengan yang beliau tulis.

Di slide berikutnya muncul
tulisan “Jangan menunggu ide datang lalu baru menulis,menulislah dulu maka ide
akan datang padamu”(Budiman Hakim). Dari kata-kata ini menguatkan niat saya untuk menulis resume kegiatan
belajar online tidak terpaku pada
resume-resume sebelumnya. Resume yang saya tulis terpaku pada materi yang disampaikan tanpa ada
pengembangan kata si penulis resume. Begitu juga yang disampaikan omjay, bahwa
menulis resume setiap peserta belajar online berbeda-beda walaupun materinya
sama tergantung passion si penulis. Namun untuk memotivasi penulis blog pemula
sekelas saya, omjay selalu mengatakan “bagus
“ seperti kata pak Tino Sidin di acara menggambar pada TVRI tahun 1980-an.
Dari kegiatan belajar online melalui zoom ini dua kali
terjadi hilang , karena penggunaan yang masih gratis hanya dibatasi 40 menit
saja. maka Omjaypun memberikan materi
intinya saja .Dimana kegiatan pembelajaran itu bisa dilakukan di dunia nyata
dan di dunia maya. Di dunia nyata seperti sekolah, workshop atau seminar. Sedangkan
di dunia maya bisa dilakukan melalui
Whatapp, Classroom, webex,Chanel youtube,Zoom.Quiziz, kahoot, google form dan
TVRI. Bahkan yang sekarang yang sedang uji coba selama 14 hari adalah G suite.
Di dunia nyata pembelajaran yang
dilakukan di sekolah , seminar atau workshop menggunakan IT, omjay adalah
ahlinya terbukti beliau sudah menjelajahi 55 kota menyampaikan materi secara
luring atau offline tentang E-learning.Di sekolah saya pun sudah menggunakan IT
saat kegiatan pembelajaran, dan terakhir menggunakan aplikasi SICOMBAT,(sistem
computer based test). Aplikasi ini untuk
melaksanakan ujian sekolah UNBK tingkat SD di DKI Jakarta. Selama tryout
siswa syudah menggunakan SICOMBAT.Namun sayangnya tidak jadi dilaksanakan saat
Ujian, Bahkan ujiannyapun tidak menggunakan daring. Semua tertunda karena adanya pandemi COVID 19 . Walaupun
demikian,hal ini berdampak positif sekali kepada siswa-siswa kami ketika
belajar dirumah dengan menggunakan Ponsel atau laptop serta aplikasi yang sudah
mereka miliki. Meskioun begitu tetap ada
yaitu terbatasnya jaringan dan kuota internet.
Ada
yang membuat saya tersenyum pada saat pembelajaran online menggunakan zoom ini,
pertanyaan sekaligus pernyataan tentang terbatasnya kuota internet dan jaringan
seperti yang di alami oleh siswa-siswa saya. Bahkan dalam candaan omjay kiat
berhasil belajar online yaitu dengan adanya kuota internet yang banyak .he he .
Lalu omjay menantang peserta belajar online yang selalu menanyakan tentang sertefikat dengan mengatakan bahwa sertefikat sudah di
tanda tangani Bunda Unifah ketua Umum PGRI. Namun harapan yang paling
urgen yaitu bukan hanya sertifikatnya. Omjay membangkitkan perserta belajar
online ini untuk menghasilkan buku. Dimana hasil-resume yang kita tulis selama
belajar online dapat dibukukan. Kita bisa belajar menulis dari mana saja
termasuk dari seorang pedagang kurma. Buku ini nantinya di usahakan berISBN bahkan
jika tulisannya bagus, penerbit Andi bersedia memfasilitasi sehingga kita tidak
mengeluarkan dana untuk proses penerbitan tersebut. Menulis dari manasaja dan
menggunakan apasaja. Buku yang kita hasilkan dapat buku cetak atau digital. Mulailah menulis di blog . Jika ingin tulisan
di blog kita dibaca orang, maka kita harus rajin memposting tulisan kita ke
sosial media di antaranya facebook,instagram dan Whatapp. Begitu pesan omjay
sebelum menutup pembelajaran lewat zoom. Waduh .. ini tantangan yang luar biasa
bagi saya.
.
Beruntungnya
saya bisa bergabung di belajar menulis
dengan Omjay. Mendapatkan materi dari nara sumber yang expert dan ternama. Diantaranya
Prof Eko Indrajit Kepala Smart learning dan character center Pengurus besar PGRI,Om Apiq, M.Ilman Akbar dalam
pengenalan SEO,dan pengurus Besar PGRI lainnya. Tak lupa bunda Kita Sri Sugiastuti
yang selalu mensuport saya.
Karena penggunaan zoom terbatas
akhirnya Omjay melanjutkan pelajaran melalui
WA Grup .Di slide terkhir yang di sampaikan
melalui WA grup ada yang membuat airmata saya menetes tentang
COVID 19 . Pesan itu nyata sekali terlihat ,dalam keadaan lockdown atau yang disederhanakan
denganPSBB yang lebih jelasnya di rumah saja. Berbeda antara pegawai tetap yang mempunyai penghasilan dengan yang
tidak berpenghasilan tetap. Begitu juga teringat ketika kita akan menyambut
bulan ramadhan dan Idul fitri bisakah bersilaturahmi dengan sanak saudara di
kampung?.
Pada pembelajaran terakhir Omjay mengajak peserta belajar online untuk
membantu Kemendikbud menjadikan program
Belajar Dari Rumah (BDR) di TVRI. Mengisi survei evaluasi program BDR di TVRI secara
online dengan membuka laman s.id/surveibdr atau SMS gratis dengan mengetik BDR kirim ke 93456.
Dan tidak lupa membagikannya kepada orang tua dan guru. Tak luoa Omjay
mengingatkan kembali agar para peserta belajar online menulis resume dan
pembalajaran daring yang di alami oleh peserta. Semoga resume ini mewakili apa
yang diharapkan oleh CEO belajar online dan bermanfaat bagi para pembaca.
Depok, 22 April 2020
Tuti Agiawati ,S.Pd MM