Jumat, 28 Februari 2020

Konsep Menyunting (editing)


Belajar menulis gelombang 2 bersama Om Jay (Wijaya Kusumah)

Pertemuan online ke 17
Resume           :  Konsep Menyunting (Editing)
Nara Sumber   :  Much. Khoiri
Oleh                : Tuti Agiawati
Untuk yang belum kenal, mohon izin saya memperkenalkan diri, saya Much. Khoiri, penggerak literasi, dosen menulis kreatif, editor, dan penulis 43 buku dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Bagi yang sudah kenal, selamat berjumpa lagi di forum yang bahagia ini.Begitu sapaan  pembuka nara sumber kita kali ini, belajar menulis online gelombang 2 bersama Omjay

 Materi yang di berikan yaitu konsep menyunting (editing), mengapa perlu menyunting, apa yang disunting, dan bagaimana melakukannya, baik untuk karya sendiri maupun karya orang lain. Pak Khoiri memberikan artikel yang berjudul “MENYUNTING TULISAN” dan peserta belajar menulis online di beri kesempatan untuk memberikan respon artikel yang diberikan Beliau. Inilah Artikel nya.


Serial 'Teori' Menulis (30)
MENYUNTING TULISAN
Oleh MUCH. KHOIRI
Jika kita sudah membuat draf pertama tulisan kita, tugas menulis kita belumlah selesai. Ada satu langkah penting lagi dalam proses menulis, yakni menyunting (editing) draf atau naskah tulisan kita. Nah, apa yang perlu kita lakukan dalam menyunting naskah?
Kita harus baca ulang draf kitamungkin tidak hanya cukup sekali, bisa dua atau tiga kali. Dalam hal ini kita harus berdiri sebagai pembaca, dan karena itu harus objektif memberikan penilaian. Intinya, proses membaca naskah sendiri ini untuk menemukan kekurangan atau kelebihan dari draf kitabaik menyangkut ide, pengorganisasian, maupun penggunaan bahasa.
Secara umum kita bisa bisa menambahkan variasi, penekanan, koherensi, transisi, dan detail (rincian). Kita juga bisa mengurangi kalimat bertele-tele (mubasir), irelevansi, dan inkonsistensi. Bagaimana praktiknya?
Terkait dengan penyuntingan ide, jika kekurangan keluasan dan kedalaman, kita harus menyisipkan atau menambahkan ide ke dalamnya. Misalnya, kita belum memasukkan contoh, kasus, kutipan, anekdot, dan sebagainya; karena itu, kita harus segera melunasi semua kekurangan itu.
Sementara itu, jika naskah kita kelebihan ide, misalnya terlalu rinci, atau terlalu banyak contoh kasus, kita harus segera menyeleksi mana yang paling relevan dengan topik bahasan. Selain itu, mungkin contoh-contoh yang kita ajukan tidak relevan; dan karena itulah, mereka harus diganti contoh yang baru dan relevan.
Pengorganisasian ide tidak kalah pentingnya. Kita cermati bagian-bagian tulisan, apakah sudah ada pembuka yang memikat, penjelasan atau uraian yang proporsial, dan penutup yang mengesankan atau mengejutkan? Mungkin ketiga bagian ini tak berlaku kaku untuk puisi. Namun, hakikatnya, sebagaimana siklus hidup, tulisan seharusnya mengandung ketiga bagian itu.
Selain itu, sudah runtutkah ide-ide yang kita tuangkan di dalam naskah kita? Apakah klasifikasi ide telah tercermin di dalam tulisan? Apakah sudah ada kepaduan dari keseluruhan ide? Apa lagi yang masih perlu ditambahkan atau dikurangi? Pertanyaan semacam ini perlu dikemukakan saat mencermati pengorganisasian tulisan.
Menyunting juga perlu membenahi penggunaan bahasa yang kita gunakan di dalam draf kita. Pertama hubungan subjek-predikat, kemudian pemilihan kata (diksi), dan penggunaan konteks yang tepat. Tentu saja, kita harus selalu berusaha untuk menggunakan kalimat-kalimat efektif, bukan hanya untuk melancarkan penyampaian maksud, melainkan juga untuk menunjukkan kecintaan kita berbahasa Indonesia.
Lebih lanjut, proses penyuntingan juga diarahkan untuk membenahi ejaan, tanda baca, dan mekanika (tata tulis) tulisan. Nama orang, instansi, organisasi, kota, dan sebagainya harus dimulai dengan huruf kapital. Ada aturan-aturan main yang harus ditaati bersama, agar tertib berbahasa bisa diwujudkan.
Singkatnya, revisi dan menyunting dimaksudkan untuk memoles, mengasah, melengkapi, menyempurnakan naskah, baik isi (content) maupun struktur pengembangan. Tak terlewatkan adalah membenahi mekanika (tata tulis), tata bahasa, diksi, ejaanhingga akurasi karya pun akan tampak meyakinkan.
Dengan demikian, menyunting itu  bukan pekerjaan mudah. Kita perlu membekali diri dengan pengetahuan kebahasaan intralinguistik dan ekstra linguistik, agar hasil suntingan kita memenuhi standar penyuntingan. Yang terpenting lagi, melakukan penyuntingan!
Setelah mencoret-coret, memotong, menambah, atau melengkapi draf kita, maka tibalah saatnya kita menyempurnakan draf itu. Penyempurnaan draf dilakukanbisa ditambah dengan membaca-ulangguna memperoleh draf final yang siap diserahkan atau dikirimkan kepada pembaca lain.
Dalam mengerjakan penyuntingan, sangat boleh jadi bahwa kita akan mendapati perbedaan-perbedaan antara draf awal dan draf finalentah isi maupun organisasi dan bahasanya. Jangan panik; itu wajar. Maksudnya, saat kita menyunting, kita bisa berpikir lebih baik dibanding saat menulis draf awaldan karena itu, kita berpeluang membenahinya.
Saya pernah membaca sebuah buku bagus berjudul In Transitions (1990) yang memuat draf-draf awal penulis hebat dunia. Draf-draf itu masih penuh coretan, koreksi, dan sisipanbaik bentuk (struktur generik) maupun isi (ide, gagasan). Ada proses penyuntingan di sana. 
Ketika saya bandingkan draf yang ada di dalam buku In Transitions dengan draf final di buku lain (buku referensi mengajar), terdapat perbedaan yang signifikan. Para penulis telah merevisi (menyunting) bentuk dan isi karya mereka. Artinya, para penulis kelas dunia pun juga menempuh pembelajaran untuk memperbaiki karya mereka.
Jadi, begitulah, bagi penulis, menyunting itu bagian tak terpisahkan dengan pembuatan draf (drafting). Jika ada penulis enggan melakukannya, itu semata akibat kepercayaan diri yang terlalu besar akan kelayakan karya yang telah dihasilkannya. Padahal, soal kualitas tulisan bukanlah kita sendiri yang menilainya, melainkan masyarakat pembaca.

Jadi, Mengapa perlu menyunting? Karena draf naskah tulisan memang belum dianggap selesai atau final, masing ada kemungkinan kekurangan sana-sini. Harus dibaca ulang draf kita mungkin tidak hanya cukup sekali, bisa dua atau tiga kali. Dalam hal ini kita harus berdiri sebagai pembaca, dan karena itu harus objektif memberikan penilaian.
 Apa saja yang perlu diedit atau disunting?  Secara umum kita bisa bisa menambahkan variasi, penekanan, koherensi, transisi, dan detail (rincian). Kita juga bisa mengurangi kalimat bertele-tele (mubasir), irelevansi, dan inkonsistensi. Dengan kalimat lain, penyuntingan berfokus pada tiga unsur, yakni bobot ide, pengorganisasian ide ke dalam tulisan, dan penggunaan bahasa.
Jika editor  mendapat tulisan yang kurang proporsional, terlalu.bertele-tele. Tetapi saat diedit  penulisnya berkeberatan,perlu disepakati sejak awal. Apa saja yang boleh dan tidak boleh. Jika apa-apa  tidak boleh, ya editing dikembalikan ke beliau sendiri.
Kalau kita sebagai penulis pemula, yang tidak punya kemampuan memadai untuk melakukan editing? Ke depan, penulis juga harus belajar menjadi editor, seiring perjalanan waktu. Tapi untuk smentara, silakan mencari editor (profesional), setidaknya teman bahasa yang tahu banyak tentang kompetensi editor. Minta tolong beliau untuk melakukan editing, kemudian minta beliau untuk menunjukkan perbedaan antara teks asli dan teks editan. Dari situlah kita belajar, sedikit demi sedikit.
                Resep tulisan yang bagus dan diminati yaitu  menguasai materi yang hendak ditulis,ini syarat mutlak. Tentang bagaimana-nya, itu masalah teknis. Dan teknis itu bisa kita latih berulang kali. Makin banyak latihan, tulisan kita akan makin lancar dan kriuk.
 Prosentasi  editing oleh editor Bergantung "seberapa baik" naskah yg ada,  Yang jelas, konten jadi hak penuh penulis. kita membantu memuluskan komunikasi konten ke pembaca. Karena itu, editor lebih banyak konsen pada pengorganisasian ide dan penggunaan bahasa.
Intinya, kita tidak berhak mengubah maksud atau konten. Jika kita ragu-ragu tentang konten, ada baiknya kita tanyakan ke penulis.kkerap kali editor menemukan naskah yang  bikin kepala cenut-cenut akibat bahasa yg menggemaskan. Logika juga kurang tertata. Jadi, editor membantu menatakan. Lalu, hasilnya dikirimkan ke penulis untuk dicek dan dibandingkan dengan naskah aslinya.
 Cara mengedit  tulisan  yaitu  baca dulu seluruh teks untuk memahami konten secara umum. Ini review konten. Setelah itu, menandai mana yang perlu ditata dan direvisi. Kemudian, dilakukan editing mulai awal hingga akhir. Setelah itu, perlu proofreading (ngecek tata tulis, mungkin terlewatkan; juga tanda baca, ejaan, dsb.)Kalau sudah terbiasa, semua review bisa lebih cepat. Terlebih jika paham ilmu dari konten dalam buku tersebut.Mengedit naskah  sesuai dengan kaidah genre tulisan yang ada. Bikin esei, ada kaidah bikin esei. Bikin cerpen, ada kaidah bikin ceepen. Begitu pula puisi.Kalau mengedit puisi, harus tahu kaidah bikin puisi yang baik, perlu ada rima, ritma, majas, simbol, dsb..
Sebagai penulis, setidaknya kita memahami bagaimna menulis kalimat sederhana.  cek setelah selesai menulis, apakah kalimat-kalimat  yang ada sudah ada subjek-predikatnya. Ini tantangan.Tapi jika belum bisa melakukan sendiri, ya ada baiknya minta tolong editor, dan minta utk menunjukkan perbedaan antara teks asli dan teks editan. Cari editor yg mau memberi masukan ke tulisan, dan menunjukkan kelemahan dan kelebihan tulisan. Dari situ  akan belajar bagaimana mengedit tulisan.Ada dua lapis dalam tim saya, bergantung pd "parah" tidaknya naskah. Jika tidak parah, ya cukup satu lapis. Jika parah, dua lapis perlu dijalankan. Lapis kasar itu yang mengedit mulai konten, pengorganisasian, dan bahasa secara umum. Lapis halusnya yang akan memfinalkannya .Syarat editor itu sebenarnya tingkat kemahiran tertentu jika dites denga UKBI (Uji Kemahiran Bahasa Indonesia), demikian pun jadi editor Bahasa Inggris atau yang lain. Pak Khoir bisa mengedit naskah bahasa  Indonesia dan bahasa Inggris.
 Jika editing menganggu proses menulis,  sementara  jangan pikirkan editing. Fokus ke menulis. Nanti editing serahkan ke ahlinya. Menyunting atau editing perlu dilakukan terhadap naskah atau tulisan, sebelum disajikan ke pembaca. Menyunting tentu bisa dilakukan pada naskah sendiri maupun naskah orang lain. Karena itu, penulis yang baik ya perlu berlatih menjadi editor, untuk karya sendiri dan (jika perlu) untuk karya orang lain.  Saat menyunting,  fokus pada konten, pengorganisasian, dan penggunaan bahasa. Namun, konten tidak boleh banyak diubah. Editor lebih berhak membantu pengorganisasian ide dan penggunaan bahasa. Tentu, editor harus tahu benar substansi konten dan struktur tulisan yang seharusnya. Tentu saja, kemampuan ini semuanya bisa dilatih, baik dengan bimbingan mentor maupun dengan otodidak. Editing lah yang membuat tulisan siap disajikan ke pembaca. Jika editing berhasil, pesan penulis lebih mudah sampai ke pembaca. Semoga kita enteng hati untuk belajar menjadi editor, sekurangnya untuk naskah diri sendiri.
Kalimat terakhir yang di sampaikan  beliau  dalam menutup materi yaitu semoga apa yang disampaikan bermanfaat. Aamiin


Rabu, 26 Februari 2020

Tragedi susur sungai


 Melihat berita di televisi tentang kegiatan pramuka susur sungai membuat saya prihatin dan  menahan napas panjang. Di satu sisi itu adalah kegiatan pembentukan karakter, dan kegiatan yang sudah biasa dilaksanakan.Namun di sisi lain juga saya merasakan betapa sedihnya jika kehilangan orang yang kita sayangi. Namun tidak ada yang menginginkan musibah ini terjadi.Semua sudah Allah tuliskan di ‘Lauhul Mahfudzz”.
Orang tua  siswa yang terkena musibah itu  pasrah dan menyerahkan semuanya pada proses hukum. Namun hukum tetaplah hukumyang harus dijalani. Mendengar kata tersnagka saja saya sudah merinding. Karena ini berbeda dengan tersangka dengan kasus –kasus lain yang di proses oleh hukum. Tapi kenyatannya tersangka dalam kasus ini terlihat menyesakkan dada saya. Kenapa tidak, tak terasa air mata saya berlinang, mereka adalah teman –teman seperjuangan kita sebagai guru . yang notabene bertugas untuk mencerdaskan anak bangsa. Mereka pun tidak ingin peristiwa ini terjadi. Mereka di perlakukan  sama seperti penjahat yang luar biasa  dengan baju pesakitan dan kepala pelontos. Namun coba kita lihat Pengedar narkoba yang jelas –jelas merusak generasi bangsa mereka ditempatkan lebih layak bahkan bisa memasok narkoba di dalam lapas. Bisa kita lihat foto-foto yang beredar dan viral begitu jauh perbedaanya.Begitu juga orang yang korupsi mereka melambaikan tangan dengan senyuman dibibirnya.Sepertinya kalau melihat seperti ini, tak adil. Karena peristiwa ini merupakan musibah. Dan siapaun tak ingin ada dalam kondisi seperti ini.

Polres Sleman mengumumkan tiga tersangka kegiatan Pramuka Susur Sungai SMPN 1 Turi. Diantara mereka hampir mendekati pensiun, Tidak pernah terpikirkan  bahwa akan ada kejadian seperti ini. Walaupun mereka memiliki  sertifikat kursus mahir dasar (KMD), namun Ketiganya dianggap lalai sehingga menyebabkan kegiatan susur sungai yang digelar di Sungai Sempor berakhir tragedi. Pada peristiwa itu 10 pelajar meninggal dunia terseret arus.  Para guru ini dengan penuh tanggung jawab di depan awak media di Polres Sleman,  mengakui kelalaian , dan lantas meminta maaf. Dengan  mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada instansi saya SMPN 1 Turi karena atas kelalaian, terjadi hal seperti ini, dan  menyesali serta  memohon maaf kepada keluarga korban terutama kepada korban yang sudah meninggal.. Apa yang dia alami sekarang adalah risiko yang harus ditanggung dan diterima. Begitulah jiwa satria pramuka dan seorang guru. Apakah semua ini akan meringankan hukuman yang diterima?. Saya berdoa semoga dapat meringaknkan hukuman yang diterima.dan permaslahannya selesai.  
Mudah-mudahan Organisasi guru baik itu PGRI maupun IGI tidak tinggal diam melihat semua ini. Begitu Juga Organisasi kepramukaan.
Tragedi susur sungai menjadi pelajaran yang berharga bagi kita khususnya guru dan pembina pramuka. Namun jangan sampai menyurutkan para siswa untuk mengikuti kegiatan pramuka.  Pramuka kegiatan yang banyak manfaatnya. Dari pendidikan karakter sampai seni budaya ada pada organisasi ini. Semoga pihak aparat dan hukum akan mempertimbangkannya. Lali dalam bertugas berbeda dengan kejahatan yang direncanakan  #Save bapak guru dan pembina pramuka SMPN  1 Turi Sleman. Semoga diberikan yang terbaik, dan keadilanpun di tegakkan . kepad orang tua siswa yang terkena musibah semoga di beri kesabaran, dan ketabahan karean pada dasrnya kita semua akan kembali pada yang kuasa hanya tinggal menunggu waktu yang tepat, entai bagaimana jalannya. Semoga kita kembali padanya dalam keadaan husnul khotimah, aamiin.

Selasa, 25 Februari 2020

Cara Menulis Best Practice


Pertemuan ke 16 belajar menulis online bersama Omjay. Pencerahan dari kepala sekolah berprestasi dan juga penulis buku yang menang lomba di HUT PGRI tahun 2019 sebagai nara sumber. Pak Asep Suparman  adalah kepsek SMKN 3 rejang Lebong provinsi Bengkulu profil beliau bisa dilihat dari YouTube SMKN 3 rejang Lebong mengawali jadi guru sebagai guru kontrak pusat yang ditempatkan di Bengkulu tahun 2004 akhir saat pasca gempa tsunami di Aceh. Tahun 2006 lolos CPNS, dan mulai diberi amanah sebagai kepsek tahun 2014.selain itu sebagai sekretaris PGRI kabupaten rejang Lebong hingga sekarang. Sebelum diamanahi jadi kepsek hobi ikut lomba yang diadakan Kemendikbud ,seperti lomba guru berprestasi, lomba menulisbest practice. Kemudian menjadi finalis guru SMK berprestasi tingkat nasional tahun 2012 dan juara menulis best practice kepsek dan Juara 5 besar Kepsek SMK berprestasi tingkat nasional tahun 201. Terakhir juara 3 menulis buku nonfiksi tingkat nasional tahun 2019.
Menulis merupakan pekerjaan yang mengasyikkan walaupun di tengah kesibukan bisa menulis minimal menuliskan apa yang dikerjakan.Terinspirasi menulis karena setiap tahun ada lomba yang diadakan oleh dirjen gtk Kemendikbud .Salah satu contoh menulis adalah adanya peristiwa yang terjadi atau dialami. Memulai pembiasaan menulis di sekolah di awali  dengan  guru bahasa Indonesia dan pustakawan mengadakan pelatihan singkat tentang menulis. Lalu kumpulan karyanya dijadikan buku ber ISBN contohnya buku antologi, puisi siswa,, antologi cerpen dan sebagainya. Menulis itu tidak sulit apalagi yang ditulis itu adalah yang dialami atau dilakukan .
Menulis khususnya best practice pertama kita mencari dulu apa masalah yang akan kita angkat. Kedua lakukan inovasi untuk memecahkan masalah tersebut, dan terus lakukan kegiatan dan inovasi. Tentunya ada dokumentasinya jika dalam tempo waktu tertentu kita sudah mendapatkan hasil yang menggembirakan, maka kita bisa melanjut ke tahap ketiga yaitu menyusun tulisan dengan sistematika sesuai ketentuan best practice. Supaya menarik kita harus memberikan judul yang seksi. Dari best practice bisa dikembangkan menjadi sebuah buku.

Asep adalah kepsek SMKN 3 rejang Lebong provinsi Bengkulu profil beliau bisa dilihat dari YouTube SMKN 3 rejang Lebong mengawali jadi guru sebagai guru kontrak pusat yang ditempatkan di Bengkulu tahun 2004 akhir saat pasca gempa tsunami di Aceh tahun 2016 lolos CPNS dan mulai diberi amanah sebagai kepsek tahun 2014 juga sebagai sekretaris PGRI kabupaten rejang Lebong hingga sekarang sebelum diamanahi jadi kepsek hobiikut lomba yang diadakan Kemendikbud seperti lomba guru berprestasi lomba menulis back pressthis best practice kemudian menjadi finalis guru SMK berprestasi tingkat nasional tahun 2012 dan juara menulis best practice kepsek tingkat nasional tahun 2018 serta juara 5 besar kepsek SMK berprestasi tingkat nasional 2018 dan terakhir juara 3 menulis buku nonfiksi tingkat nasional tahun 2019 Asep adalah kepsek SMKN 3 rejang Lebong provinsi Bengkulu profil beliau bisa dilihat dari YouTube SMKN 3 rejang Lebong mengawali jadi guru sebagai guru kontrak pusat yang ditempatkan di Bengkulu tahun 2004 akhir saat pasca gempa tsunami di Aceh tahun 2016 lolos CPNS dan mulai diberi amanah sebagai kepsek tahun 2014 juga sebagai sekretaris PGRI kabupaten rejang Lebong hingga sekarang sebelum diamanahi jadi kepsek hobiikut lomba yang diadakan Kemendikbud seperti lomba guru berprestasi lomba menulis back pressthis best practice kemudian menjadi finalis guru SMK berprestasi tingkat nasional tahun 2012 dan juara menulis best practice kepsek tingkat nasional tahun 2018 serta juara 5 besar kepsek SMK berprestasi tingkat nasional 2018 dan terakhir juara 3 menulis buku nonfiksi tingkat nasional tahun 2019

Best practice  bisa dikembangkan menjadi sebuah buku latar belakang yang ditulis dari setiap persoalan  ada di keseharian kita dalam bertugas pasti ada problem entah terkait sarpras atau lainnya. Guru yang kreatif ketika dihadapkan dengan persoalan keterbatasan maka tergerak jadi inovatif yang solutif seperti yang  dialami sekolah yang dipimpin Pak Asep ,lahan yang sempit, input siswa kuadran 4 dan animo masyarakat rendah dalam menyekolahkan anaknya. Saat 5 tahun yang lalu tapi sekarang alhamdulillah sudah melimpah siswa dan berprestasi siswa-siswanya hingga animo masyarakat makin tinggi untuk menyekolahkan ke sekolahnya. itulah yang dibuat judul buku mengubah pasir menjadi mutiara. Alhamdulillah kini sekolahnya jadi rujukan bahkan masuk kategori sekolah yang unggul judul pasir menjadi mutiara dalam pembahasan dan hasilnya nya yang sudah dibukukan lebih mudah dibanding kita membuat PTK. Jadi kalau untuk best practice itu lebih sederhana, yang lebih mendasar adalah didalam best practice itu ketika ada permasalahan dengan latar belakang yang tertentu.  Maka dalam pembahasan itu kita menguraikan solusi-solusi yang jitu dalam memecahkan persoalan tersebut atau singkatnya kita problem solving. Dalam menghadapi berbagai macam persoalan tugas kita. Dalam sistematika nya juga best practice ini lebih ringan di mana bab 1 pendahuluan: latar belakang, rumusan masalah, tujuan best practice ,manfaat best practice. bab 2 kajian pustaka, Bab 3 rencana kita paparkan , referensi dari persoalan yang terkait dengan latar belakang dan rumusan masalah yang kita angkat kemudian di metode-metode perspektif ini yang tidak begitu rumit dibanding dengan PTK jadi kita hanya siapkan perangkat proses pemecahan masalah .Bab 4 hasil dan Kembahasan kita paparkan hasil dari best practice yang kita angkat.  Kemudian bab 5  kesimpulan dan rekomendasi.Tampilkan daftar pustaka.
Best practice ini  pengalaman terbaik,harus  terukur waktu yang sudah dilakukan itu seberapa lama ,jadi contohnya kalau  yang dilakukan kepala sekolah dan dipraktekan.Setelah berhasil di sekolah  minimal sekurang-kurangnya 2 tahun.
Di dalam mengelola satuan pendidikan atau sekolah kalau hanya sekedar baru berapa bulan atau setahun belum cukup. Karena waktu yang singkat itu belum bisa dikatakan sudah melakukan sebuah program atau praktik baik yang itu betul akurat. Kalau mungkin dikaitkan dengan yang dilakukan atau dipraktekkan oleh guru terkait juga dengan pembelajaran. Tentunya jadi apa yang menjadi kendala atau problem untuk guru mengajar misalnya sarpras yang terbatas atau bisa secara inovatif yang solutif .Kita memiliki ide apa untuk melakukan terobosan sehingga pembelajaran itu dalam menghasilkan sebuah hasil yang memuaskan.  Bisa juga diangkat permasalan di sekolah untuk membuat best practce. Sekarang sedang merata penerimaan siswa dilakukannya zonasi,  ada yang siswa yang kurang star academy seperti sekolah sekolah pinggiran.
Seperti sekolah  Pak Asep sudah terbiasa menerima input yang siswanya akademik baik  dan bagaimana bisa dipertahankan siswa-siswa tersebut, karena bukan hal yang menjadi satu-satunyasyarat untuk siswa itu hebat akademi. Banyak kecerdasan siswa lainnya yang bisa kita bangkitkan terutama potensi siswa. Guru itu  bukan hanya mengajar tapi bisa  mengarahkan, melatih dan  menilai. Mengarahkan siswa ketika ada kemampuan akademik olahraganya , arahkan ke ekskul olahraga O2SN .Seorang guru k harus bisa mengelola potensi seluruh siswa dari berbagai kalangan kalau untuk karya siswa kerjasama dengan guru bahasa Indonesia. Tidak perlu dipilih, lakukan  pelatihan menulis untuk siswa dari situ  dikumpulkan hasil karya siswa misalnya yang menulis cerpen atau hobi membuat puisi kita kumpulkan. Dari setiap hari yang terbaik akan di masukkan dalam buku antologi cerpen dan isinya dibuat bukunya dan diterbitkan ber ISBN dan disimpan di buku di perpustakaan sekolah .Sangat menarik bagi siswa dan akan di launching di setiap pelepasan siswa kelas 12 yang orang tuanya. Hal ini membuat kata motivasi para siswa bersama-sama membuat karya kumpulan cerpen ataupun kumpulan puisi semangat semangat pasti bisa untuk mengawalinya  harus bergotong-royong dalam menerbitkan buku tersebut  tidak perlu menarik dari  orang tua. Sekolah menggunakan dana literasi untuk terbitkan buku itu. Kemudian disimpan di perpustakaan .
Untuk tahap berikutnya baru kita arah ke bisnis yaitu penjualan. tetapi kalau untuk tahap awal kita hanya cukup bisa diterbitkan dan dipajang serta  dibaca di perpustakaan oleh sesama siswa. Beliau sudah mempunyai best practice sebanyak 3 buku karena baru 6 tahun menjadi kepsek. Diakatan best practice jika  perubahan yang terjadi berdampak dari treatment yang kita lakukan. Dalam menghadapi problema di lapangan  praktik baik atau best practice  bisa menjadi judul dan biasanya akan terlintas dalam pikiran kita  upaya-upaya yang sudah di praktekan itu sudah banyak menimbulkan dampak positif dan tentunya sangat membanggakan. Tentunya bukan hanya observasi yang kita harus dilengkapi dengan dokumentasi. Dengan metode wawancara ataupun terarsipkan. Ada metode atau video atau  dokumentasi yang  harus dimiliki. Waktu  di dalam perspektif itu semakin lama semakin bagus karena berkaitan dengan hasil dan dampak yang semakin banyak. Kalau untuk 1 tahun  sudah terlihat banyak dampak yang betul-betul berarti.dan  sudah terlihat ada dampak nyata lebih efektif dibanding sebelum dilakukan pada best practice..

Contoh metode learning log dalam pengambilan sampel dampak dari sebuah praktek baik.



 Begitu juga dengan wawancara.Diminta  data  tentunya dari unsur yang mewakili siswa guru komite sekolah.
 Pentingnya best practice itu adalah pengalaman atau praktik baik yang dilakukan oleh kita sendiri ini perlu secara berkesinambungan dilakukan terus sehingga ada dampak yang betul-betul signifikan.Menurut pak Asep menulis best practice lebih cepat dari menulis buku.Kesimpulan dari diskusi belajar kali ini  yaitu  setiap kita bisa menulis khususnya menulis best practice. Best practice merupakan pengalaman atau praktik baik yang kita yang kita lakukan secara terus-menerus dalam upaya problem solving dari apa yang menjadi kendala didalam kita melaksanakan tugas di sekolah. Paling urgen dari best practice itu dilihat dari seberapa besar dampak positif yang terjadi. Harus ada perbedaan keadaan sebelum dan sesudah dilakukan inovasi praktik baik .Dalam menulis judul harus menarik namun tentu isinya harus nyambung


Minggu, 23 Februari 2020

Menulis Online sebagai Eksistensi Kita di Dunia Maya



 assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh selamat malam semuanya mohon maaf wa grup saya kunci malam ini agar kawan-kawan fokus dengan apa yang saya sampaikan malam ini sengaja saya langsung yang mengisi materi karena narasumber yang saja yang berhalangan hadir tema malam ini adalah menulis online sebagai eksistensi kita di dunia maya “. Begitu  kalimat pembuka Omjay  saat akan mengisi materi. Walaupun saat itu saya tidak mengikuti kegiatan belajar online, karena ada atu keperluan.Kegiatan malam itu di jeda sebentar, Omjaya mau melaksanakan sholat isya berjamaah terlebih dahulu  di masjid Al hidayah Jatibening Bekasi, dimana Omjay Tinggal. Setelah selesai sholat Omjay melanjutkan lagi materinya.
 Omjay memperkenalkan  temannya. . Pak Onno Purbo adalah salah satu pembina di ikatan guru TIK PGRI ,beliau banyak memberikan masukan kepada tim dalam mengembalikan tik sebagai mata pelajaran kembali. saat itu Mendikbud masih dijabat oleh pak Muhajir Effendi .Perjuangan demi perjuangan dilakukan agar tidak kembali sebagai mata pelajaran dan  diganti dengan prakarya. Perjuangan lewat tulisan di online dan bersama PGRI, menemui Mendikbud muhadjir Effendy. Pada saat itu menulis online ternyata dahsyat sekali tulisannya banyak dibaca orang lain termasuk juga pejabat di Kemendikbud.Kemudian Omjay menawarkan untuk membuat grup WA  untuk melatih menulis online baik lewat WA maupun media sosial. Sehingga teman-teman di grup  dapat menjadi konten kreator dan mampu menciptakan informasi baru lewat internet. Paradigma sudah harus berubah dari yang hanya download menjadi upload dari yang hanya sekitar unduh menjadi unggah.
Perjuangan  dilakukan tidak hanya melalui menulis online tapi juga bertemu langsung dengan Mendikbud Anies Baswedan. Saat itu  diterima secara resmi di kantornya setelah  melakukan demo di media sosial betapa dahsyatnya kekuatan kata-kata poster dibuat oleh pak Namin.Beliau tulis lebih dari 14000 guru bergerak Jakarta padahal hanya 7 orang guru TIK yang siap menghadap Mendikbud. guru  memang banyak lebih dari 3 juta guru namun yang bersuara lantang hanya sedikit sekali, oleh karena itu mencari  akal untuk bertemu Mendikbud lalu  menulis online di media sosial menjadi salah satu cara dalam menyampaikan pesan. Perjuangan tidak cukup sekedar bimbinga,Pak Onno  banyak memberikan inspirasi kepada  guru TIK. Bantuan dan dukungan mengalir dari berbagai kalangan. Menulis online menjadi alat pemersatu  sampai suatu ketika Omjay  diundang makan siang bersama presiden Jokowi di istana negara. Hal itu terjadi berkat Omjay dan teman-teman blogger menulis di Kompasiana.com. Omjay sangat senag membuat grup WA belajar meulis ini, begitu juga saya.(Tuti Agia).Karena sangat membantu  dan ternyata tanggapan setiap narasumber sangat baik.Menulis online dengan eksistensi diri di dunia maya  kaitannya sangat erat.Karena dengan menulis dan tulisannya banyak dibaca orang apalagi menulis di blog, alat rekam yang ajaib dan keajaibannya akan dirasakan.  
Dalam  mengelola blog pribadi di internet sebaiknya buat  blog sendiri atau bergabung dengan blog lain/keroyokanseperti kompasiana.com dan gurusiana.id. kalau punya blog sendiri kita bebas mengelolanya karena kita sebagai admin nya. Blog untuk pemula, menggunakan blog gratisan terlebih dahulu, baru kita pindah ke blog berbayar untuk eksistensi diri di dunia maya,kecuali kita sudah tahu cara mengelola blog dengan baik .blog om jaya itu wijayalabs.com dan Wijayalabs.blogspot.com masih ada sampai sekarang bahkan sudah mulai mengembangkan lagi di blog http wijayalabs.com .Semua itu tentu itu dilakukan setelah paham tentang blog dan memahami ilmunya. tahun ini Omjay sudah mulai mengembangkan  lagi 2 blog gratis baru yang isinya tulisan kawan-kawan di WA grup yaitu Omjay wordpress.com dan omjay blogspot.com .Omjay  menyarankan agar kami yang ada di grup WA belajar sama Bu indinah karena  beliau sekarang aktif menulis di blog dan tulisannya  bagus-bagus, dan bantu kasih komentar .ada juga Blog yang  sangat menginspirasi yaitu ibu Febrian .Setiap hari selalu menulis online di blog dan selalu rajin menuliskan kembali kuliah online di WA grup selama sebulan ini. Sekarang sudah banyak sekali pengunjungnya. Banyak hadiah kejutan yang didapatkan dari komunitas sejuta guru ngeblog yang dikirimkan  pak Namin dan kawan-kawan.
 Menulis online itu banyak manfaatnya, banyak orang akhirnya mengenal kita setelah mereka membaca tulisan kita di internet .Kemudian bisa menyambungkan ke  media sosial lainnya seperti Facebook, Twitter, Instagram,  blog dan lain-lain. Omjay  lebih banyak menulis di blog oleh karena itu orang banyak mengenal Omjay  sebagai blogger daripada guru TIK. Kemudian Omjay mengirimkan salah satu Foto kegiatan PGRI ketika Kongres. Kemudian kami di sarankan untuk menulis sesuai gambar yang dilihat.Lalu mengirimkannya ke WA Omjay atau emailnya.
 kesimpulan materi hari itu adalah menulis online sangat membantu kita untuk lebih eksis dalam menulis dan langsung dibaca banyak orang bila tulisan kita informatif dan menarik. blog bisa dijadikan salah satu media untuk mendokumentasikan tulisan kita.
 Kesimpulan yang diberikan Omjay memacu saya untuk terus menulis dan menyelesaikan Resume. Alhamdulilah ini resume ke 15. Dan tepat waktunya. Walaupun kemarin-kemarin saya ketinggalan. Namun berkat semangat yang tinggi terkejar juga resumenya. Belajar sepanjang hayat. Menulis setiap hari.


Jakarta, 24 Pebruari 2020
Belajar menulis gelombang 2 bersama Om Jay (Wijaya Kusumah)
Pertemuan online ke 15

Kamis, 20 Februari 2020

Penerbit Andi Yogjakarta











 Nara sumber pada pertemuan hari ini yaitu Bapak Edi S Mulyanta, Dalam memerikan materi ini beliau sedang ada  acara di Bandung.Pak Edi seorang Publisher development di penerbit Andi dan tugasnya mengembangkan  bisnis penerbitan baru.Harapannya tidak lekang oleh zaman.
Banyak calon penulis terjebak di dalam pikirannya sendiri untuk dapat menerbitkan buku, sehingga tidak bertemu antara apa yang dimaui penerbit dan kompetensi penulis. Penerbit sebenarnya hanya butuh kepastian pasar, saat buku itu terbit. Dan terkadang tidak butuh kelengkapan naskah di awalnya..calon penulis sebaiknya wajib memberikan penjelasan awal terlebih kepada penerbit, mengapa, dan tujuan apa menulis bukunya.. Hal ini yang sering terjadi, dimana penulis ingin sempurna materinya saat pengiriman naskahnya, lupa menjelaskan prospek di balik bukunya terbi Rata-rata  setiap bulan,  memeriksa naskah usulan penulis berkisar 200-400 naskah, dan sebagian besar terpaksa kami tolak. Karena keterbatasan modal penerbit, dan orientasi profit untuk kelangsungan hidup penerbit. Dari sekian puluh yang kebetulan kami terima, terkadang penulis belum menyelesaikan tulisannya, dan hanya sebagian yang dikirimkan.
Pentingnya memberikan value tulisan naskah di mata penerbit. Seperti start up yang hanya menjual value-nya kepada pemodal. Apa yang membedakan penerbit mayor dengan penerbit lain?. Penerbit dikatagorikan oleh Perpustakaan Nasional, dalam bentuk rentang digit yang dituliskan di ISBN nya. rentang publication element adalah kemampuan produksi buku, yang diberikan oleh perpusnas sesuai dengan jumlah ISBN yang dikeluarkan penerbit tersebut. Penerbit mayor tentu mempunyai rentang blok yang banyak karena rentang produksinya bisa mencapai 4 digit pertahunnya dan mempunyai rentang digit yang lebar 3 hingga 4 digit produksi bukunya. Penerbit Andi diberi nomor xxx-xxx-01-xxx penerbit mayor mempunyai rentang digit yang kecil.Mengapa ada pembeda seperti ini, sebenarnya urusan pembagian ini selain rentang produksi dan rentang pemasaran bukunya, ada hal lain yang dibutuhkan yaitu penilaian kinerja penulisnya. Yang berurusan dengan penilaian kinerja penulis adalah dosen, dan guru. Dosen yang menerbitkan di penerbit mayor, mempunyai angka kredit yang maksimal, berbeda jika diterbikan penerbit minor.
Menurut  Perpusnas Manfaat ISBN adalah Identitas sebuah buku, sarana promosi,alat untuk memperlancar arus distribusi,sarana temu kembali informasi,meningkatkan point angka kredit untuk kenaikan pangkat/golongan dosen atau guru sekaligus alat ukur  penilaian akreditasi sekolah/Universitas. bagi bapak ibu yang tidak berurusan degan angka kredit, pembagian ini sebenarnya tidak ada value yang didapat, akan tetapi dapat diperkirakan jumlah kekuatan pasar sasaran penerbit tersebut.
Jika ingin menerbitkan buku ke penerbit Andi caranya kirimkan proposal penerbitan terlebih dahulu yang berisi gambaran tema, outline buku bapak ibu, sampel bab, ringkasan atau sinopsis, dan CV singkat penulis.Penerbit Andi menerima semua tema  hanya bobot pilihan buku yang kami terbitkan biasanya untuk buku yang mendukung proses belajar mengajar dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi.Buku anak merupakan buku yang diminati di Toko Buku, sehingga persaingannya sangat ketat. Buku anak akan menguntungkan jika berseri, karena kalau hanya satuan akan tenggelam di rak buku anak yang sangat crowded.
 Pegangan untuk menulis buku dari Peraturan Pemerintah no 75
Untuk PAUD/DIKDASMEN berupa Teks Utama (guru,siswa),Teks Pendamping (luas dan lengkap),Non teks (Pengayaan ,referensi,panduan).Untuk DIKTI yaitu Teks Perti (buku ajar),Non Teks (referensi,MOU)Buku Umum:Fiksi dan non fiksi.Dan untuk buku luar yaitu : Penerjemahan,impor.
Buku luar dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, akan tetapi urusannya adalah B to B atau bisnis to bisnis, jadi penerbit harus melakukan kontrak pembelian RIGHT untuk mendapatkan hak terjemahan. Buku wayang cukup menarik untuk diterbitkan jika kualitasnya bagus, dalam arti materi, foto dan grafikanya.  Buku tema lokal seperti ini mempunyai proses pemasaran yang berbeda dengan buku reguler. Meskipun untuk gambar dan isinya mengambil dari berbagai buku referensi yang sudah ada.Akan tetapi grade buku yang baik adalah dari sumber primer penulis, akan tetapi memang sulit sekali membuatnya jika sumber primer karena butuh biaya yang sangat besar untuk riset. Jika kita mengirim naskah ke penerbit Andi baik  printout maupun Pdf tidak dikembalikan lagi. Jika dalam bentuk Pdf seharusnya jangan keseluruhan karean menunggu penawaran.
Cara menulis dan menerbitkan bukuyaitu: Persiapan awal :  pilih tema buku yang akan ditulis,sesuaikan dengan kompetensi penulis,keahlian dan passion anda.Tentukan judul utama  (judul yang laris sesuai dengan judul mata pelajaran,Tentukansub Judul (lebih spesifik ke tema yang lebih folus). Langkah ke 1: Buatlah sinopsi buku, berisi  (konten buku secara seingkat,prasyara untuk membaca buku ini,tujuan buku yang ditulus.konsumen siapa yang dituju )1 paragraf saja cukup. Langkah ke 2 : Buatlah kerangka /outline tujuannya untuk pembatasan materi,menjaga alur,menghindari penambhan materi yang tidak perlu.Langkah ke 3: Tulis tentang penulis (CV singkat penulis, kompetensi penulis,latar belakan pendidikan,prestasi penulis,profesi) cukup satu paragraf.
Royalty dari penerbit Andi adalah besarannya 10 % dari harga buku, dan dibayarkan setiap 6 bulan sekali. Ada penerbit yang membayarkan setiap bulan tertentu dalam pembayarannya, akan tetapi penerbit kami menghitung dari tanggal terbit buku tersebut, selang 6 bulan kemudian royalty dibayarkan. Saat pembayaran royalty akan disertakan bukti potong pajak ke penulis, untuk keperluan pelaporan SPT setiap tahunnya.Penulis boleh menjual bukunya dengan rabat yang disepakati tentunya. Untuk menghemat waktu dan  energi dari penulis, tulislah proposal penerbitan buku terlebih dahulu untuk memberikan gambaran value naskah kepada penerbit.  Semakin lengkap data yang diberikan ke penerbit, akan membantu penerbit dapat menentukan kemana pasca produksi buku dipasarkan.
  Mari kita berkarya …..

Jakarta 17 Pebruari 2020 belajar menulis online gelombang ke 2 bersama omjay

Rabu, 19 Februari 2020

Menulis sebagai Hobi Menjadi Prestasi










Malam ini kegiatan belajar online gelombang 2 pertemuan ke 13 dengan nara sumber yang hebat dan moderator yang ok.Melihat dari biodatanya, Bu Hati guru Muda namun prestasinya sudah segudang.  Penghargaan yang di dapatnya yaitu Anugerah Winaya Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Bupati Bandung sebagai Guru Penggerak Indonesia Maju- 2019,Anugerah Winaya Kabupaten Bandung Guru Berprestasi 2017,Karya Terbaik I Diseminasi Literasi Nasional Kemendikbud 2017.Karya tulis bukunyapun sudah banyak yang diterbitkan, tetapi beliau tetap humble.

Menurut Bu hati menulis itu banyak ceritanya, belum mahir dalam menulis, namun berusaha mengikuti alur jenis penulisan  dan menulis apa yang menurutnyaa bisa, dan  sesuai apa yang diinginkan. bukunyapun sudah banyak yang diterbitkan. Menurutnya Menulis sebagai Hobi sederhana. Terinspirasi dari dosen  IPA di UPI, Yusuf Hilmi Adisenjaja...tahun 2002saat kuliah. Mencoba menulis dan masukkan ke majalah ternyata lolos sebanyak dua kali.,tentunya kajian ipa dengan Alqur'an.Iitu tahap perdana. Baru menulis kembali tahun 2007, sebatas PTK.Namun bukan kepentingan untuk naik pangkat kareana belaui guru honorer.  Guru Honorer yang ada di zona nyaman dengan karya-karyanya. Kepala sekolahnya  meminta smengirimkan ptk ke p4TKIPA. seminar internasional sains menjadi pemakalah perwakilan JABAR. saat itu pertama kali seminar

internasional  . dan awal perdananya mengenal dunia seminar.
Selain seminar   ada tawaran memasukkan  block grant tahun 2008,  para guru bilang gak mungkin lolos, Bu Hati  hanya iseng dan mengirimkan dalam waktu semalam membuat proposal ke LPMP JABAR, alhamdulillah  diterima saat pengumuman hasil penerima dana. Begitu juga dengan PTK yang diajukan setiap tahun diterima di tingkat nasional  dari 2015-2019.. berturut turut. Kegiatan diseminasi literasi 2017 merupakan ajang keberuntungan baginya,karena menjadi juara pertama. Awalnya membuat outline sebanyak 6 judul buku untuk pilihan, namun tak ada satupun yang digunakan. Akhirnya Peyeum Bandung menjadi pilihan karena mengarah ke saint Tehnologi konvensional. Dibuat dalam waktu 6 hari sebelum deadline.
Menulis baginya mengisi waktu luang setelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang beliau sebut Refreshing otak.Bu hati dulu penjaja buku ke penerbit mayor,dan ditolak, namun baginya tak ada masalah ,walaupun ada yang di terima oleh penerbit mitra sarana yaitu 2 buku tentang reftil dan ekosistem.  Penerbit Rosda karyapun menerima juga bukunya berjudul kreasi dari kain flanel. Waktu itu beliau belummengenal penerbit indie. Bu hatipun beruntung mengikuti kelas kesharlindung dan lolos seleksi.
Naskah peuyeum Bandung   sederhana sekali, dan pernah disindir oleh teman se grupnya karena menurut  temannya tulisan bu hati tidak bagus, malah menganjurkan menulis tentang kelima putranya. Ternyata bunda kita yang masih muda dan cantik ini mempunya 5 putra, luar biasa . Dengan mempunyai lima anak masih dapat menulis dan berprestasi.Awalaupun awalnya malu menulis tentang Peuyeum Bandung, namun salah satu profesor  di kampusnya sangat mendukung karena mengangkat kearifan lokal dan bangga dengan budaya. Sejak itu saya menerbitkan buku di penerbit indie, Bu Hati membantu  mengedit dan menerbitkan buku temannya di penerbit indie. Saat ini 200 an buku naskah guru  tingkat nasional yang beliau edit.
Bu hati mengambil ide karena mengangkat saint dan bioteknologi dengan narasi. Peuyeum Bandung itu  ada nilai mengangkat kearifan lokal, karakter, religi, keterampilan  yang dipadukan. Bu Hatipun membuat puisi sebagai rangkuman dari isi cerita setiap bab. Di awal bab di tempatkan puisi. Beliau selalu membuat naskah yang baru,dan kini membuat penerbit indie sendiri. Namanya penerbit Tata Akbar, berdiri bulan Oktober 2019. Walaupun baru berdiri sudah sudah terbit 50 naskah dan memproses 45 naskah baru.  Motto Beliau  “Dengan menulis aku berpetualang”. Menulis awalnya tidak bisa dan menjadi bisa, jangan takut mencoba. Bu Hati di gandeng penulis ternama karena pandai menulis  dan dikenalkan oleh temannya di kampus UPI.
Ada trik mengubah PTK menjadi Buku menurut bu Hati
Inilah trik mengubah PTK jadi buku
TRIK MENGUBAH KTI (PTK) MENJADI BUKU
Contoh
Judul PTK :
Penggunaan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar pada Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia di Kelas IX SMP Negeri Surabaya Tahun Ajaran 2017/2018
Judul Buku: Penggunaan Media Audiovisual dalam Pembelajaran Sejarah
1. Bab I (Pendahuluan) buang masalah, manfaat, definisi operasional
a.Tambahkan bagian kesenjangan (berisi rendahnya hasil belajar, motivasi, minat belajar, dsb.) ganti dengan kondisi memprihatinkan yang terkait pembelajaran materi/ mapel yang kita PTK-kan. Jadi, tidak lagi hanya terbatas pada kondisi kelas kita).
b.Pernyataan “Berdasarkan latar belakang di atas, penulis menetapkan untuk melakukan penelitian tindakan ke… DIUBAH menjadi “buku ini ditulis berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang berjudul .....”
2. Bab II adalah subbab 2.1 (kajian teori yang pertama
3.  Bab III adalah sub bab 2.2
4.Bab IV adalah subbab 2.3 (sesuaikan dengan jumlah kajian teori pada bab II.
5.Bab V (Diangkat dari bab Hasil Penelitian dan Pembahasan)Peng-gunaan Media Audiovisual dalam Pembelajaran Sejarah.
Di bagian awal beri pengantar seperti ini:Uraian pada bab ini diangkat dari hasil penelitian tindakan kelas yang dialkukan di ... pada ...
Data yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah ... yang dikumpulkan dengan instrumen ... Data dianalisis dengan ....
Lalu sub bab berikutnya mengikuti subbab pada bab Hasil Penelitian dan pembahasan. 
            Foto foto unik sederhana dapat menjadi ide menulis, memotivasi anak didik menulis mandiri, tuliskan   dan diterbitkan. Terkadang belajar memvideokan sederhana . Putrinya pun di motuvasi untuk menulis dan menghasilkan karya. Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Bu hati pun menjadi editor bertaraf nasional karean mengedit karya guru berprestasi tingkat nasional. Closing dari belajar online yang di sampiakn bu Hati adalah  menulis apa yang kita mau dan ada di benak kita,Ikuti sistematika penulisan arah tulisan  yang akan dibuat. fokus pada buku yang dirancang, buat apa saja yang akan kita  tuliskan ,  buat  outlinenyat dulu. Niatkan berkarya Hasilnya Allah yang menentukan.

Belajar menulis gelombang 2 bersama Om Jay (Wijaya Kusumah)

Pertemuan online ke 13

Penggunaan Aplikasi Writer Plus

Malam ini belajar menulis online gelombang kedua bersama narasumber bu Melni. Namun sayangnya saya ketinggalan ,walaupun demikian tetap semangat saya buka grup WA ini dengan roll ke atas. Alhamdulillah saya nyoba mengikuti arahan bu melni yaitu tentang writer plus. Menurut Bu  Melni writer plus adalah aplikasi  penulis yang berguna untuk memungkinkan penulis kreatif dan menulis dengan point cepat.Selain itu aplikasi penulisan tanpa gangguan  dari pengolah kata tradisional. writer plus sangat cocok untuk menulis catatan novel lirik puisi esai konsep di ponsel atau di tablet. filosofi writer tetap sederhana yaitu mencoba untuk menjadi dasar dan  memberi  tempat untuk mengubah pikiran anda menjadi teks. Menurut Bu Melni  cara mendapatkan aplikasi writer plus  melalui play store yang ada di ponsel atau tablet. setelah dibuka kemudian diinstal.setelah diinstal keluarlah gambar dan tulisan have something to say . kemudian kita klik microphone sampai berwarna biru .disamping microphon warna biru timbul tulisan ucapkan sekarang.Lalu kita ucapkan kata atau kalimat yang kita inginkan sambil mendekatkan ke microphone. saat ini saya mengikuti arahan yang ada di diskusi belajar online gelombang 2  bu melni namun untuk hasil yang baik kita tetap harus mengedit kalimat-kalimat yang ada karena biasanya kadang-kadang tidak sempurna.setelah selesai  mengedit melalui keyboard yang ada di HP kemudian kita klik titik atau garis tiga  yang ada di sudut kanan atas. kalau sudah fix baru di share. Alangkah baiknya sebelum di-share harus diubah dulu ke bentuk teks file.
Namun disini saya tidak hanya mengubah dalam bentuk teks file tetapi di ubah hanya dalam bentuk teks agar bisa di salin ke dalam bentuk word. pengalaman ini sungguh berharga.sehinggga  dapat langsung menulis resume tanpa di jadikan PR dulu.

Senin, 17 Februari 2020

Membangun dan Mengelola sekolah


Kegiatan pertemuan ini di awali dengan berdoa yang dipimpin oleh moderator Pak Faig  Aminudin ari Demak. Bu Betti tidak menyiapkan materi, namun kegiatan ini dilaksanakan dengan tanya jawab langsung, dn]an belaiu bercerita tentang pengalamannya mendirikan sekolah.Di awali dengan mendirikan kursus.Kursus Aritmatika yang saya mulai tahun 1996.
Bu Betti memulai kursus dengan menginduk ke pusat kursus YAI Friendchise 10 jut pada tahun 1996. 6 bulan berdiri muridnya cuma 3 orang. Tapi pada tahun 1998 s membuat buku sendiri dan bisa menjualnya dengan harga 10 ribu, pusat kursusnya mulai berkembang. Di Bekasi sudah mempunya 24 cabang.Pada tahun 2003 salah satu cabang  ingin membuat TK dan meminta beliau untuk membantunya. Singkat cerita buku dan permodalan serta persuratannya  dibantu dengan akte yang dimiliki yaitu Yayasan Insan Kamil.
Awalnya Beliau memulai buka kursus itu sebenarnya pelarian dan sedang mencari cari lapangan kerja sendiri karena sabaru berhenti mengajar dari suatu yayasan pendidikan juga,alasannya ingin  ada waktu untuk anak waktu itu.Tapi membuat suatu lembaga itu ternyata banyak tantangan dan k perlu cari solusinya.  Karena aritmatika itu berhubungan dengan angka , jadi buatnya  itu sangat menarik.  Banyak  anak yang takut sama angka jadi  tambah bersemangat lagi untuk membuat kursus.Pada tahun 2003 dimulailah mendirikan TPA dan TK dengan cara bersama sama dengan teman beliau, 3 bulan TK berjalan temannya mundur karena dia rasa membuat sekolah itu rugi. Akhirnya  dilanjutkan sendiri. Tempat pelaksanaan KBM awalnya k mulai dari sebuah rumah kontrakan. Nekat memang,tapi karena kenekatan itulah akhirnya jadilah sekolah itu sampai sekarang.
 Pada tahun 2004  mulai mendirikan SD berkat permintaan orang tua murid yang anaknya ingin lanjut di Sekolah Insan Kamil.Awalnya jumlah murid 33 orang.Semua pada intinya adalah komitmen dan keyakinan akan sesuatu. Walaupun badai menghadang pasti akan baik-baik saja jika tetap berpegang teguh pada pondasi hati. Kemudian tempatnya pindah tidak jauh dari rumah kontrakan itu. Sekitar 200 / 300 meter . Masih bisa terlihat dari lokasi sekolah baru ke sekolah lama. Dengan membeli   rumah itu juga over kredi. Kalau sekarang mungkin harus mikir mikir karena sekolah bagus itu banyak dan sekolah gratis pun banyak. Jadi banyak saingan.
 Pada awal mendirikan sekolah tidak pernah terpikiroleh beliau  profit walau beriringan dengan berjalannya waktu  bisa mendapatkan profit  dalam bentuk apapun.Beliau bepikir saat itu jika orang kaya sekolah di tempat yang bagus dan orang miskin di tempat yang jelek itu biasa. Yang luar biasa orang miskin bisa sekolah di tempat yang bagus. Untuk itu guru bisa merealisasikannya. Karena punya buku yang masih dipakai beberapa kursus dan sekolah, akhirnya  bisa mensubsidi sekolah nya.Untuk awal gaji gurunya diambil dari gaji suami beliau yang hanya PNS.Itupun untuk mengaji guru-gurunya nombok. Berjalan dengan waktu ada bantuan dana BOS  tahun 2009.Dari situlah sekolah  mulai aman terkendali.
Untuk perijinan itu diurus setelah ada murid, jadi tidak fiktif. Mulai dari ijin RT , RW, dan keatasnya. Sebelumnya kita minta petunjuk atau arahan dari UPTD kecamatan, berkas apa saja yang harus disiapkan. Bu Betti juga mengajarkan aritmatika , Di dalam aritmatika ini anak bergaulnya dengan angka tapi karena bantuan alat yang namanya sempoa , jadi menghitungnya menjadi gampang. Dimulai dari menggunakan sempoa dan lama lama sempoa itu hanya dalam bayangan saja. Sebenarnya program ini untuk mengoptimalkan fungsi otak kanan tapi dampaknya anak bisa menghitung dengan cepat walau tanpa alat lagi.Bu Betti juga menerbitkan buku,mencetak dan memasarkan sendiri. Buat pelatihan gratis namun bukunya harus beli,dan diisi di buku itu jadi ga bisa dipake orang lain karena sudah terisi. Aritmatika dan sempoa hampir sama kalau aritmtika pakai sempoa ,kalau jarimatika paki jari.Dengan menulis buku Aritmatika, beliau bisa jadi guru teladan dan kepala sekolah berprestasi. Buku ini pun pernah dibuat aritmatika terapan, jadi pembelajaran matematika pakai cara sempoa.Buku ini di revisi sehingga anaktidak takut pada matematika.
Setiap sekolah harus mempunyai kekhasan. Di TK nya punya target anak hafal ayat kursi, kalau di SD hafal juz 30.  Di sekolahnya juga  cinta budaya tradisional dari permainan tradisional sampai tarian tradisional. Semua anak biasa melakukannya. Untuk menari sudah  biasa dipanggil yang memerlukan. Mulai dari kegiatan Blogger, Kedinasan , Acara Kementrian sampai Acara Ibu Presiden.
Jika ingin mempromosikan kursus harus punya produk. Agar lebih maju  harus  fokus dan tidak mudah menyerah.Pertama orang belum tau, juga belum punya contoh anak yang telah belajar / berhasil. orang maunya ada contoh. Bu betti menjadi Ibu Inspiratif  versi nova tahun 2015,dan muridnya menjadi duta membaca se-Jawabarat. Setipa tahun membuat kegiatan mengundang sekolah lain untuk mengadakan aneka lomba, walaupun dananya harus nombok.beliau Juga membuat buku Braingym,namun bukunya nelum selesai.
Hidup harus dinikmati,jadilah  guru yang inovatif,lakukanlah pekerjaan yang terbaik,jangan ragu.Karena Allah akan memberikan jalan kebaikan itu. Kalimat terakhir sebagai motivasi dalam Belajar online pertemuan ke 10 bersama bu Betti.



Belajar menulis gelombang 2 bersama Om Jay (Wijaya Kusumah)


Guru Desa menjadi Instruktur Provinsi



 Bunda Lilis Ika Herpianti Sutikno  sebagai nara sumber pada pertemuan ke 9 di Belajar menulis online.Beliau  Juara lomba Guru tingat Nasional tahun 201. Dengan Judul makalahnya “ My Teacher My Hero awor Indonesia Digital learning.Belaiu juga pembicara seminar tingkat Provinsi NTT.Buku yang pertama di terbitkan Bu Lilis bercerita tentang perjalanannya kkariernya sebagai guru guru desa di NTT. Dengan buku itu bu Lilis mendapatkan keberkahan, dan sebagai ladang amal untuk duni dan akherat.  Belaiu juga menulis buku  tentang  perjalanan  sebagai instruktur provinsi NTT kurikulum 2013. Kemudian mengabadikan beberapa foto di  medan kerja   di musim hujan ketika melaksanakan tugas negara sebagai instruktur kabupaten Kupang Kupang. Kariernya diawali dari Kabupaten Kupang - NTT lalu menuju Provinsi NTT. Semua berproses,Sepeda motornya  pernah di gotong lalu beliau  numpang diatas truk. Walau demikian lama-lama terbiasa menurut beliau. Ada juga  perjalanan dinas yang  menembus hutan Flores,hutan kopi.Bu lilis berdua dengantemannya sesama perempuan sampai jam 2 dini hari. Serem juga , namun demi baktinya pada negara tugas itu dilaksanakan dengn penuh tanggungjawab. Segala perjalanan dinasnya, di mudahkan dan dilancarkan Allah, dan mendapat banyak rejeki dari buku itu , hingga menjadi Buku Best Seller .  Menjualnya  juga lewat online FB Lilis Sutikno dan beberapa toko buku di Surabaya, salah satunya toko buku TOGAMAS Diponegoro dan UNESA.
Sebetulnya bukunya itu terbit karena keterpaksaan,menjadi pengurus AGUPENA NTT, yang akan MUSWIL, tetapi pengurusnya di Provinsi belum punya buku. Karena keadaan itulah maka cetak buku dan di biayai  sendiri dengan hutang uang koperasi. Alhamdulillah... buku itu laris manis, dan mendapatkan untung yang hampir 100% dari modal awal  cetak buku.
 *MENULIS adalah SEBUAH KEBERANIAN*  beliau telah berani menuliskan PTK  dalam sebuah buku cantik, secantik penulisnya Ibu Guru Cantik Bunda Lilis Sutikno Kupang – NTT. Walaupun bukunya belum Tuntas karean Covernya di share di FB sudah banyak pemesannya. Menulis buku karena bergabung di AGUPENA NTT (Asosiasi Guru Penulis Indonesia Wilayah NTT).Undangannya mengajar keluar kota dari kemampuannya menulis. Ketika program pemerintah tak ada. Saya tetap bisa mengajar keliling NTT. Dengan modal ilmu menulis,dan menginsPirasi.Dari itu mendapat juara 2 nasional judul bukunya “Guru dan Inspirasi”. Beliau juga mengajar sabtu dan mindggu dari hasil menulis ini, sekarang bermetamorfosa mengajar menulis KTI. berkolaborasi dengan ketua Agupena NTT.
 Dari kabupaten Belu saat mengajar menulis tercipta  7 buku antologi puisi. Kita tidak perlu keliling menjajakan buku cukup lewat FB.Seperti kata master Fathur” Pandai-Pandailah Menjual Diri kita di media sosial”. Honornya  sama dengan honor instruktur dari Pemerintah Pusat jika menugaskannya ke daerah.jika di undang pihak swasta pelayanannya sangat memuaskan,bahkan di ajak hunting kuliner,demikian kata beliau. Motivasi Omjay sangat kuat untuk menulis jadi menulis menjadi hobi  bu Lilis.Terus menulis dan menggunakan power Point, setiap buku ada rejekinya masing-masing.Power pointnya sudah jutaan. Dan kisahnya ditulis di FB, kemudian di bukukan dengan judul
My Teacher My Hero Award Indonesia Digital Learning Tahun 2015. Alhamdulillah  juara “Kategori Juara 2”. Lalu berita menang lomba masuk koran, mewakili NTT satu-satunya peserta dari NTT.Kisah perjuangan guru desa, dan juara kedua Nasional itulah yang membuat bukunya memiliki ruh untuk memberikan inspirasi kepada sesama. Buku GURU adalah INSPIRASI diambil dari berita koran, yang memuat judul sama dengan buku saya GURU adalah INSPIRASI. Berkat dukungan Kadis dan Kepala LPMP  yang lama Bapak Minhajul Ngabidin, Sekarang beliau tugas di Jogyakarta. Dari NTT beliau ke NTB membeli buku saya 200 buku. Dengan harga perbuku Rp. 75.000,-.Kadis Pendidikan membeli 100 buku dalam program Literasi di NTT bersama Gubernur NTT. Teruslah menulis dan menginspirasi dunia... AGUPENA NTT, Di mana bu Lilis masuk didalamnya memberikan motivasi menulis bagi guru-guru yang akan naik pangkat ke IV.b dan mencetak jurnal ilmiah.
 Langkah seribu diawali dari langkah pertama, apapun yang sahabat mau melangkahkan kaki, segera awali dengan hati yang ikhlas, sabar, tawaqal, dan senantiasa bersyukur dan tersenyumlah. Uang bukan segala-galanya... Bekerjalah dengan hati yang tulus ikhlas. Allah sudah siapkan kita selalu cukup menurut Allah. Ukuran Allah itu indah, meskipun tak seindah ukuran kita. Ridho Allah adalah tujuan hidup kita. “Bekerjalah hanya dengan mengharapkan ridho Allah saja, Ridho Allah itulah kebahagiaan yang hakiki bagi setiap umatnya."Sehebat apapun kita, jika tak pernah dituliskan, maka semua akan hilang bersama waktu. Selain itu, jadikan menulis sebagai amal jariyah kita."