Selasa, 21 April 2020

Pembelajaran Daring Yang Ideal



Malam ini tiba waktunya untuk belajar online menambah wawasan dan silaturhami dengan teman-teman seluruh Indonesia. Ada yang beda  pada belajar kali ini, yaitu menggunakan aplikasi Zoom Cloud meeting. Walaupun pertama kali mengikuti Zoom bersama omjay tetapi dalam home learning dan work from home  saya  sering menggunakannya. Awalnya saya ragu menggunakan zoom lagi karena  banyak viral berita tentang tidak amannya penggunaan Zoom. Sampai aplikasi yang ada di ponsel sayapun dihapus. Namun hal itu saya tepis dengan Bissmillah luruskan niat untuk belajar lalu saya  buka aplikasi zoom yang masih ada di laptop.
Assalamulaikum  wwb  pertama saya ucapkan salam untuk menemui yang punya hajat ,Beliau adalah Wijaya Kusumah,M.Pd Sekjen Ikatan Guru TIK PGRI .  Omjay begitu biasa beliau disapa.  Kiprah dan penampilannya tak asing lagi di dunia maya khususnya per Blogg-an . Lalu saya lanjut menyapa teman-teman peserta Online seluruh Indonesia dengan senyuman, karena saat itu sudah ada peserta sekitar 30 orang. Langsung saya mute, untuk mendengarkan penjelasan langsung dari Omjay,karena kegiatan zoom kali ini tidak ada moderator yang mendampingi beliau.

Materi yang di sampaikan omjay  di zoom sama dengan yang disampaikan di webex ini terlihat ketika omjay mulai memperihatkan slide yang sudah disiapkan bertuliskan  . “Pembelajaran Daring yang ideal”. Namun waktunya berbeda.  Kata Ideal mendekati sempurna. Hal ini yang didambakan oleh  setiap orang. Walaupun kenyataannya belum bisa seperti yang diharapkan. Ideal berlaku juga dalam pembelajaran. Idealnya setiap guru menguasai tehnik-tehnik dalam menyampaikan pembelajaran agar apa yang menjadi tujuan tersampaikan dengan benar dan membuat siswa merasa benar-benar belajar namun tidak di paksakan.

Pada saat ini, dengan adanya pandemi  COVID 19, diberlakukan pembelajaran jarak jauh,atau lebih kerennya home learning. Guru dan siswa di tuntut untuk bisa menggunakan aplikasi pada ponsel atau laptop yang mendukung  tersampaikannya pembelajaran tersebut.Hal ini mungkin tidak menjadi masalah bila di kota atau sekolah yang sudah terbiasa menggunakan ponsel atau laptop dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.Namun bagi  sekolah atau daerah yang belum terbiasa ini menjadi kendala.

Kembali pada belajar online  tentang Pembelajaran daring yang ideal. Materi ini di kemas sedemikian rupa hingga peserta daring pun ingin mengikuti jejak omjay . Dilihat dari slide yang pertama setelah judul. Omjay memperlihatkan keberhasilannya sebagai pemenang Inobel Sorak 2017. Membangkitkan renjana saya ingin meraih sukses seperti beliau.  Pesan beliau  ketika belajar online beberapa minggu yang lalu yaitu  menulis tanpa ide. Lalu saya pun membuat kolom dengan judul “menulis tanpa ide “ di salah satu blog guru yang ada di Indonesia. Ini terinsfirasi dari kata-kata beliau, tentunya isi dari artikel tersebut tidak sama dengan yang beliau tulis.


Di slide berikutnya muncul tulisan “Jangan menunggu ide datang lalu baru menulis,menulislah dulu maka ide akan datang padamu”(Budiman Hakim). Dari kata-kata ini menguatkan  niat saya untuk menulis resume kegiatan belajar online tidak terpaku pada  resume-resume sebelumnya. Resume yang saya tulis terpaku  pada materi yang disampaikan tanpa ada pengembangan kata si penulis resume. Begitu juga yang disampaikan omjay, bahwa menulis resume setiap peserta belajar online berbeda-beda walaupun materinya sama tergantung passion si penulis. Namun untuk memotivasi penulis blog pemula sekelas  saya, omjay selalu mengatakan “bagus “ seperti  kata pak Tino  Sidin  di acara menggambar pada TVRI tahun 1980-an.

            Dari kegiatan belajar online melalui zoom ini dua kali terjadi hilang , karena penggunaan yang masih gratis hanya dibatasi 40 menit saja. maka  Omjaypun memberikan materi intinya saja .Dimana kegiatan pembelajaran itu bisa dilakukan di dunia nyata dan di dunia maya. Di dunia nyata seperti sekolah, workshop atau seminar. Sedangkan di dunia maya bisa  dilakukan melalui Whatapp, Classroom, webex,Chanel youtube,Zoom.Quiziz, kahoot, google form dan TVRI. Bahkan yang sekarang yang sedang uji coba  selama 14 hari adalah G suite.

Di dunia nyata pembelajaran yang dilakukan di sekolah , seminar atau workshop menggunakan IT, omjay adalah ahlinya terbukti beliau sudah menjelajahi 55 kota menyampaikan materi secara luring atau offline tentang E-learning.Di sekolah saya pun sudah menggunakan IT saat kegiatan pembelajaran, dan terakhir menggunakan aplikasi SICOMBAT,(sistem computer based test). Aplikasi ini untuk  melaksanakan ujian sekolah UNBK tingkat SD di DKI Jakarta. Selama tryout siswa syudah menggunakan SICOMBAT.Namun sayangnya tidak jadi dilaksanakan saat Ujian, Bahkan ujiannyapun tidak menggunakan daring. Semua tertunda  karena adanya pandemi COVID 19 . Walaupun demikian,hal ini berdampak positif sekali kepada siswa-siswa kami ketika belajar dirumah  dengan menggunakan  Ponsel atau laptop serta aplikasi yang sudah mereka miliki. Meskioun begitu  tetap ada yaitu terbatasnya   jaringan dan kuota internet.

                Ada yang membuat saya tersenyum pada saat pembelajaran online menggunakan zoom ini, pertanyaan sekaligus pernyataan tentang terbatasnya kuota internet dan jaringan seperti yang di alami oleh siswa-siswa saya. Bahkan dalam candaan omjay kiat berhasil belajar online yaitu dengan adanya kuota internet yang banyak .he he .  Lalu omjay menantang  peserta belajar online  yang selalu menanyakan tentang sertefikat  dengan mengatakan bahwa sertefikat sudah di tanda tangani  Bunda Unifah  ketua Umum PGRI. Namun harapan yang paling urgen yaitu bukan hanya sertifikatnya. Omjay membangkitkan perserta belajar online ini untuk menghasilkan buku. Dimana hasil-resume yang kita tulis selama belajar online dapat dibukukan. Kita bisa belajar menulis dari mana saja termasuk dari seorang pedagang kurma.  Buku ini nantinya di usahakan berISBN bahkan jika tulisannya bagus, penerbit Andi bersedia memfasilitasi sehingga kita tidak mengeluarkan dana untuk proses penerbitan tersebut. Menulis dari manasaja dan menggunakan apasaja. Buku yang kita hasilkan dapat buku cetak atau digital.  Mulailah menulis di blog . Jika ingin tulisan di blog kita dibaca orang, maka kita harus rajin memposting tulisan kita ke sosial media di antaranya facebook,instagram dan Whatapp. Begitu pesan omjay sebelum menutup pembelajaran lewat zoom. Waduh .. ini tantangan yang luar biasa bagi saya.
 .
                Beruntungnya saya bisa bergabung di  belajar menulis dengan Omjay. Mendapatkan materi dari nara sumber yang expert dan ternama. Diantaranya Prof Eko Indrajit Kepala Smart learning dan character center  Pengurus besar PGRI,Om Apiq, M.Ilman Akbar dalam pengenalan SEO,dan pengurus Besar PGRI lainnya. Tak lupa bunda Kita Sri Sugiastuti yang selalu mensuport saya.
Karena penggunaan zoom terbatas akhirnya  Omjay melanjutkan pelajaran melalui WA Grup .Di slide terkhir yang di sampaikan  melalui  WA grup  ada yang membuat airmata saya menetes tentang COVID 19 . Pesan itu nyata sekali terlihat ,dalam  keadaan lockdown atau yang disederhanakan denganPSBB yang lebih jelasnya di rumah saja. Berbeda antara pegawai  tetap yang mempunyai penghasilan dengan yang tidak berpenghasilan tetap. Begitu juga teringat ketika kita akan menyambut bulan ramadhan dan Idul fitri bisakah bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung?.

                   Pada pembelajaran terakhir  Omjay mengajak peserta belajar online untuk membantu Kemendikbud  menjadikan program Belajar Dari Rumah (BDR) di TVRI. Mengisi  survei evaluasi program BDR di TVRI secara online dengan membuka laman s.id/surveibdr atau  SMS gratis dengan mengetik BDR kirim ke 93456. Dan tidak lupa membagikannya kepada orang tua dan guru. Tak luoa Omjay mengingatkan kembali agar para peserta belajar online menulis resume dan pembalajaran daring yang di alami oleh peserta. Semoga resume ini mewakili apa yang diharapkan oleh CEO belajar online dan bermanfaat bagi para pembaca.


Depok, 22 April 2020 

Tuti Agiawati ,S.Pd MM