Senin, 31 Agustus 2020

Tupoksi Kepala Sekolah Saat PJJ

         Pada masa pandemi covid-19, pembelajaran jarak jauh sudah terbiasa dilaksnakan oleh guru dan siswa. Bahkan orang tua siswapun ikut serta didalamnya Betapa pandemi ini menuubah pola belajar dan prilaku dalam kehiduoan kita. Tentunya kita ambil hikmahnya. Jika guru siswa dan orang tua siswa sudah terlibat dlam pemelajran jarak jauh jauh,bagaiaman dengan Kepala Sekolah?

        Tugas pokok dan fungsi kepal sekolah tidak terlepas dengan kegatan PJJ dan pengelilaan sekolah . Karena Tupoksi kepala sekolah sebagai Educato/ Pendidik, manajer, ministrator,supervisor,leader,inovator dan motivator.  Kegiatan kepala sekolah sehari-hari tidak terlepas dari ini semua  baik saat luring  maupun daring

        Kepala Sekolah sebagai Educator / Pendidik bermakna sebagai sebuah proses pembentukan karakter yang didasari nilai – nilai dari Esensi Pendidikan. Proses Penbentukan Karakter .Dalam konteks kependidikan dimana Kepala Sekolah berperan sebagai Pendidik haruslah berorientasi pada tindakan ,bertindak sebagai Guru,membimbing Guru,membimbing Karyawan, membimbing Siswa,mengembangkan Staff,belajar IPTEK,memberi contoh mengajar. Kepala Sekolah sebagai Manajer bermakna adalah seluruh kemampuan dalam mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan institusi pendidikan secara efektif dan efisien melalui fungsi – fungsi manajerial, Kegiatan yang dilakuknnya adalah menyusun program,organisasi kepegawaian,meggerakan staff dan mengoftimalkan Guru dan karyawan.Kepala Sekolah sebagai Administrator bermakna Kepala Sekolah adalah orang yang mengatur Penatalaksanaan Sistem Administrasi yaitu tentang siswa,kurikulum,pegawai,keuangan, sarana dn prasarana,hubungan masyarakat.

    Kepala Sekolah sebagai Supervisor yaitu membantu dan mengembangkan profesionalitas guru, dengan berorientasi pada  Teknik Individu,Kelompok, Kunjungan Kelas.Kegiatan – kegiatan yang dapat dilakukan dalam konteks Kepala Sekolah sebagai Supervisor , yaitu: menyusun program supervisi,melaksanakan supervisi,memanfaatkan hasil supervisi. Dalam pemebelajarn jarak jauh kepala sekolah dapat melaksanakan supervisi dengan melihat progaram guru yang di sampaikan melalui drive atau dokumen,melaksanakan kunjungan kelas melaui googke meet zoom, calssroom atau WAG.

         Kepala Sekolah sebagai Leader / Pemimpin , melakukan uoaya untuk  mempengaruhi orang – orang agar dapat  bekerjasama mencapai tujuan , dengan berorientasi pada tugas .Langkah yang dapat di ambil yatu menampilkan pribadi yang baik,mengenal bawahan dan peserta didik,memahami visi dan misi,mengambil keputusan yang sesuai.Kepala Sekolah sebagai Inovator adalah pribadi yang dinamis dan kreatif , tidak hanya melakukan keguatan rutiitas saja,. Pribadi yang inovator mempunyai kemampuan untuk menemukan gagasan baru  atau kekinian,dan melakukan pembaharuan sekolah.: Tidak cukup  sebagai Inovator kepala sekolah juga harus menjadi motivator  yaitu memberikan dorongan agar seluruh  personal yang ada di sekolah maupun yang mendukung kegiatan sekolah  (orang tua)  secara profesional. Dengan cara   mengatur lingkungan kerja, mengatur suasana kerja,menerapkan prinsip, memberikan reward dan punishmen

 

Minggu, 23 Agustus 2020

LKDT

Buat anda  yang sedang menyusun skripsi atau tesis mungkin ini bisa membantu dalam menulis sentesa atau novelty . Biasanya sebelum kita menulis skripsi atau tesis kita membaca beberapa sumber untuk referensi.Bisa dari buku atau jurnal atau mungkin kutipan -kutipan dari beberapa skripsi atau tesis orang lain.dengan tetap mencantumkan sumbernya.
Untuk menulis sintesa dari beberapa teori yang di tulis orang lain jangan langsung copy paste atau menyalin.Sebaiknya kita baca dulu teori -teori itu lalu kita tulisan melalui lembar kerja deskripsi Teori (LKDT).Apa saja yang tercantum dalam LKDT yaitu judul skrips/tesis/jurnal ,nama penulis ,halaman,kutipan teori, tulis indikator/dimensi  .setelah kita tulisan beberapa  teori dan sumber  barulah kita resume dan kita susun dengan kalimat sendiri.
LKDT dapat  bermanfaat sekali selain untuk membuat sintesa juga untuk menentukan indikator yang akan kita buat menjadi instrumen dalam penelitian  penyusunan skripsi atau tesis bahkan disertasi. Sehingga ketika kita menyebarkan instrumen relevan dengan indikator yang terdapat pada sintesa yang kita tulis dari beberapa teori. 
Mungkin demikian sekilas info yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat 

Kamis, 18 Juni 2020

Konferensi Guru Blogger PGRI



Hari kamis , 18 Juni 2020. di adakan konferensi blogger PGRI se -Indonesia melaui online. Kegiatan ini menggunakan aplikasi zoom. Kegiatan ini di gawangi oleh blogger ternama sekaligus ketua APKS yaitu Bapak Wijaya Kusumah yang biasa dipanggil Omjay.  Konferensi di dilaksanakan  pukul 16.00 sampai pukul 18.00 WIB.  Walaupun waktunya sore namun peserta kegiatan luar biasa  antusias.  Dalam konferensi ini Di hadirkan nara sumber yang mumpuni dan keren.  Pak Yahya dari kalimantan Timur , Pak Namin seorang blogger dan dosen, Pak Dedy Dwitagma Blogger ternama dan tak kalah kerennya bunda kita Sri Sugiastuti  penulis dan kepala sekolah SMK.. Bunda Sri atau Bu Kanjeng biasa kita memanggi beliau.


Pak Yahya sebagai nara sumber memberikan materi pembelajaran jarak jauh pada masa COVID-19, Dimana kegiatan ini harus di dukung oleh guru yamg mele IT, dan  pengguaan internet. namun tidak  menutup kemungkinan pembejaran ini di laksanakan dengan luring dengan memberikan modul atau membaca buku pelajaran. bisa juga dengan melihat tayangan Televisi, dalm situais ini bukan target kurikulum yang hendah di capai. Tapi bagiamana siswa mau belajar secara aktif dan menyenangkan dan dapat menyelesaiakan masalah saat pandemi ini .
Nara Sumber kedua memaparkan bagaimana belaiu sukses nenulis buku dan menjadi motivator untuk banyak orang. Intinya menurut beliau menulis itu untuk menambah wawasan, berbagi ilmu menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Beliau orang yang enerjik setiap hari selalu di sempatkan untuk menulis, dan menulis yang lebih asyik ketika dini hari setelah sholat tahajud demikian penjelasan beliau. Banyak buku yang sudah beliau terbitakan dari berbagai penerbit, beliau jugapendiri PLN  "bukan Perusahaan listrik negara " celotehnya.  PLN yang di maksud adalah pegat Literasi Nusantara. 


Nara sumber yang ketiga yaitu Pak Deddy Dwitagama, seorang  blogger yang sudah melalang buana dalam dunia perblogg-an dan menurut Omjay sebagai Host di acara konferensi ini, pak deddy adalah guru Omjay dalam hal Ngeblog.Disini pak Dedy mengajak kita para peserta konferensi untuk mencoba menulis dan membuat blog. walaupun tidak ada yang membacanya tapi terus mencoba  dengan bermacam -macam blog.Dengan Ngeblog Pak Deddy dapat meraup Pundi-pundi rupiah, namun ini semua tidak instant, perlu waktu dan kerja keras.

Nara sumber yang terakhr adalah Pak Namin seorang Dosen dan Blogger  ternama juga . Awal pembicaraan  mengatakan bahwa kita harusmenjadi guru yang bukan biasa-biasa saja , tapi guru yang di atas rata-rata. Ini berarti guru bukan hanya mengajar yang standar tapi harus berinovasi, Contohnya ketika masa pandemi COVID ini.Guru tidak hanya memberikan pembelajaran atau materi saja tapi harusdipersapakan segala sesuatunya, Dalam pembelajaran jarak  jauh dengan menggunakan virtual  guru sebaiknya menggunakan akaian yang rapi layaknya mengajar dikelas, gestitur tubuh dan public speaking yang baik, menggunakan poer point sebagai alat presentasi dan media pembelajaran.
 Dengan demikian siswa merasa belajar tatap muka dengan gurunya.Supaya materi kita tidak hilang bisa merekamnya dan lalu posting melalui Youtube. sehingga apa yang kita lakukan setia hari bisa bermanfaat dan berbagi dengan orang lain.Hal Ini bisa di jadikan sebagai personal branding buat kita

.

Para peserta konferensi dari ujung barat Indonesia yaitu Aceh   sampai ujung timur , Papua  sangat  terkesima melihat nara sumber ini. Begutu juga dengan penulis. Dalam sesi tanya tanya  ada beberpa pertanyaan.Mulai dari Bu santi dari Papua, sampai Pak Junaidi Dari Aceh . intinya sebagai guru kita harus bisa mengikuti perkembangan jaman,buktikan hasil kerja nyata dengan menulis . baik saat normal maupun menulis. mulaila mempublikasikan tulisan  melaui blog, dan menjadi guru blogger. Ada satu pertanyaan yang  penulis lontarkan kepada pak Deddy yang selama ini menganjal pikiran dan waktu yang tepat untuk bertanya yaitu jika kita menulis dari blog satu boleh tidak di posting di blog lain.Jawaban pak Deddy ternyata boleh namun harus di poles-poles dikit jangan sampai sama persis, asal di blog yang di miliki sendiri.

Sabtu, 13 Juni 2020

Workshop Program Kerja Kepala Sekolah



Workshop program kerja Kepala sekolah


Pandemi Covid -19 tidak menyurutkan niat para Kepala Sekolah untuk melaksanakan “workshop program kerja kepala sekolah”. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Susukan 04 Kecamatan Ciracas pada hari Sabtu,13 Juni 2020. Empat bulan terakhir semua aktifitas masih menggunakan  online atau daring.Sejalan dengan adanya PSBB transisi dan New Normal ini, kegiatan Workshop diadakan secara offline atau pertemuan tatap muka.Namun tetap dengan melaksanakan Protokol kesehatan COVID-19.

Seperti biasanya setiap tahun ajaran baru tentunya kepala sekolah dan tim membuat program kerja. Baik program kerja jangka panjang ataupun program tahunan serta program supervisi.Program ini di buat  untuk mewujudkan Visi disekolah tersebut  melalui misinya yang di jabarkan dalam program kerja.

Workshop ini di gagas oleh Saiman Hermanto dan diketuai oleh Muhammad Zein.Peserta workshop terdiri dari Kepala  Sekolah dan wakil kepala  Sekolah tingkat Pendidikan Dasar yang ada di wilayah Cicaras. Tentu saja kegiatan ini di dukung oleh Kasatlak Disdik kecamatan Ciracas   Bunda Hj Rusdah dan Korwas Bunda Nawang. Ă€cara ini terselenggara karena partispasi dan swadaya. Atas kesadaran penuh bahwa kegiatan ini sangat di perlukan dalam meningkatkan kompetensi  kepala dan wakil kepala sekolah.Nara sumber yang mumpuni dari BPSDM DKI yaitu Aep Ermana Msi dan Pengawas Disdik  Drs H Suparna M.Pd.

Adapun materi yang disampaikan yaitu supervisi  Tenaga Kependidikan (Tendik ) dan  Guru. Sebetulnya supervisi ini bukan hal yang baru Bagi kepala sekolah.Namun pada pelaksanaanya masih perlu ditingkatkan  terutama supervisi  Tendik.Supervisi Tendik di Sekolah Dasar masih belum dilaksanakan  karena di SD belum lengkap seperti di Sekolah Menengah pertama maupun sekolah Menengah Atas.

Workshop berlangsung hingga pukul 12 siang.Banyak ilmu yang di dapat dari kegiatan tersebut,terutama untuk tupoksi dalam supervisi.Selain tentang supervisi ada hal  menarik saat materi pengantar yang di sampaikan oleh Aep Hermana yaitu Filosofi dalam bekerja dan mencari ilmu
Filosofi yang pertama adalah  gelas setengah kosong dan setengah isi .Dimana kita sebagai manusia sudah di beri kemampuan dari Tuhan yang Maha esa  hendaklah tidak sombong dan tetap mencari ilmu untuk mengisi gelas yang kosong.kedua adalah filosofi telur.Jika telur itu pecah sendiri berarti akan ada kehidupan tetapi jika telur itu di pecahkan kehidupan itu akan lenyap. Tak kalah pentingnya arti pemimpin sebagai leader dan manajer untuk melaksanakan supervisi.

Kegiatan semakin asyik ketika Nana Suparna mengajak kepala sekolah dan wakilnya untuk membuat program supervisi sebagai bukti nyata kegiatan workshop. Mulai dari Program supervisi, Jadwal kunjungan kelas, evaluasi program sampai ketindak lanjut supervisi. Biasanya yang membuat program supervsi ini hanya kepala sekolah. Namun setelah adanya wakil kepala sekolah di Sekolah Dasar , maka Wakil kepala sekolahpun harus bisa membuat  program pula.

Terakhir sebelum acara di tutup,Tuti Agiawati sebagai peserta pelatihan diberi kesempatan untuk memberikan testimoni.Menurutnya kegiatan ini harus di apresiasi ,di masa pandemi ini kegiatan masih dapat dilaksanakan dengan tatap muka ,begitu juga materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi para peserta.Aplause untuk panitia dan nara sumber.Dalam testimoni ia mengajak juga para peserta untuk berinovasi dengan menulis menghasilkan buku.

Saiman selaku pembawa acara menambahkan kegiatan menulis bermanfaat untuk  kenaikan golongan. Apalagi buku yang dihasilkan ber-ISBN .Demikian akhirnya kegiatan workshop  ditutup dengan doa dan foto bersama.

Selasa, 21 April 2020

Pembelajaran Daring Yang Ideal



Malam ini tiba waktunya untuk belajar online menambah wawasan dan silaturhami dengan teman-teman seluruh Indonesia. Ada yang beda  pada belajar kali ini, yaitu menggunakan aplikasi Zoom Cloud meeting. Walaupun pertama kali mengikuti Zoom bersama omjay tetapi dalam home learning dan work from home  saya  sering menggunakannya. Awalnya saya ragu menggunakan zoom lagi karena  banyak viral berita tentang tidak amannya penggunaan Zoom. Sampai aplikasi yang ada di ponsel sayapun dihapus. Namun hal itu saya tepis dengan Bissmillah luruskan niat untuk belajar lalu saya  buka aplikasi zoom yang masih ada di laptop.
Assalamulaikum  wwb  pertama saya ucapkan salam untuk menemui yang punya hajat ,Beliau adalah Wijaya Kusumah,M.Pd Sekjen Ikatan Guru TIK PGRI .  Omjay begitu biasa beliau disapa.  Kiprah dan penampilannya tak asing lagi di dunia maya khususnya per Blogg-an . Lalu saya lanjut menyapa teman-teman peserta Online seluruh Indonesia dengan senyuman, karena saat itu sudah ada peserta sekitar 30 orang. Langsung saya mute, untuk mendengarkan penjelasan langsung dari Omjay,karena kegiatan zoom kali ini tidak ada moderator yang mendampingi beliau.

Materi yang di sampaikan omjay  di zoom sama dengan yang disampaikan di webex ini terlihat ketika omjay mulai memperihatkan slide yang sudah disiapkan bertuliskan  . “Pembelajaran Daring yang ideal”. Namun waktunya berbeda.  Kata Ideal mendekati sempurna. Hal ini yang didambakan oleh  setiap orang. Walaupun kenyataannya belum bisa seperti yang diharapkan. Ideal berlaku juga dalam pembelajaran. Idealnya setiap guru menguasai tehnik-tehnik dalam menyampaikan pembelajaran agar apa yang menjadi tujuan tersampaikan dengan benar dan membuat siswa merasa benar-benar belajar namun tidak di paksakan.

Pada saat ini, dengan adanya pandemi  COVID 19, diberlakukan pembelajaran jarak jauh,atau lebih kerennya home learning. Guru dan siswa di tuntut untuk bisa menggunakan aplikasi pada ponsel atau laptop yang mendukung  tersampaikannya pembelajaran tersebut.Hal ini mungkin tidak menjadi masalah bila di kota atau sekolah yang sudah terbiasa menggunakan ponsel atau laptop dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.Namun bagi  sekolah atau daerah yang belum terbiasa ini menjadi kendala.

Kembali pada belajar online  tentang Pembelajaran daring yang ideal. Materi ini di kemas sedemikian rupa hingga peserta daring pun ingin mengikuti jejak omjay . Dilihat dari slide yang pertama setelah judul. Omjay memperlihatkan keberhasilannya sebagai pemenang Inobel Sorak 2017. Membangkitkan renjana saya ingin meraih sukses seperti beliau.  Pesan beliau  ketika belajar online beberapa minggu yang lalu yaitu  menulis tanpa ide. Lalu saya pun membuat kolom dengan judul “menulis tanpa ide “ di salah satu blog guru yang ada di Indonesia. Ini terinsfirasi dari kata-kata beliau, tentunya isi dari artikel tersebut tidak sama dengan yang beliau tulis.


Di slide berikutnya muncul tulisan “Jangan menunggu ide datang lalu baru menulis,menulislah dulu maka ide akan datang padamu”(Budiman Hakim). Dari kata-kata ini menguatkan  niat saya untuk menulis resume kegiatan belajar online tidak terpaku pada  resume-resume sebelumnya. Resume yang saya tulis terpaku  pada materi yang disampaikan tanpa ada pengembangan kata si penulis resume. Begitu juga yang disampaikan omjay, bahwa menulis resume setiap peserta belajar online berbeda-beda walaupun materinya sama tergantung passion si penulis. Namun untuk memotivasi penulis blog pemula sekelas  saya, omjay selalu mengatakan “bagus “ seperti  kata pak Tino  Sidin  di acara menggambar pada TVRI tahun 1980-an.

            Dari kegiatan belajar online melalui zoom ini dua kali terjadi hilang , karena penggunaan yang masih gratis hanya dibatasi 40 menit saja. maka  Omjaypun memberikan materi intinya saja .Dimana kegiatan pembelajaran itu bisa dilakukan di dunia nyata dan di dunia maya. Di dunia nyata seperti sekolah, workshop atau seminar. Sedangkan di dunia maya bisa  dilakukan melalui Whatapp, Classroom, webex,Chanel youtube,Zoom.Quiziz, kahoot, google form dan TVRI. Bahkan yang sekarang yang sedang uji coba  selama 14 hari adalah G suite.

Di dunia nyata pembelajaran yang dilakukan di sekolah , seminar atau workshop menggunakan IT, omjay adalah ahlinya terbukti beliau sudah menjelajahi 55 kota menyampaikan materi secara luring atau offline tentang E-learning.Di sekolah saya pun sudah menggunakan IT saat kegiatan pembelajaran, dan terakhir menggunakan aplikasi SICOMBAT,(sistem computer based test). Aplikasi ini untuk  melaksanakan ujian sekolah UNBK tingkat SD di DKI Jakarta. Selama tryout siswa syudah menggunakan SICOMBAT.Namun sayangnya tidak jadi dilaksanakan saat Ujian, Bahkan ujiannyapun tidak menggunakan daring. Semua tertunda  karena adanya pandemi COVID 19 . Walaupun demikian,hal ini berdampak positif sekali kepada siswa-siswa kami ketika belajar dirumah  dengan menggunakan  Ponsel atau laptop serta aplikasi yang sudah mereka miliki. Meskioun begitu  tetap ada yaitu terbatasnya   jaringan dan kuota internet.

                Ada yang membuat saya tersenyum pada saat pembelajaran online menggunakan zoom ini, pertanyaan sekaligus pernyataan tentang terbatasnya kuota internet dan jaringan seperti yang di alami oleh siswa-siswa saya. Bahkan dalam candaan omjay kiat berhasil belajar online yaitu dengan adanya kuota internet yang banyak .he he .  Lalu omjay menantang  peserta belajar online  yang selalu menanyakan tentang sertefikat  dengan mengatakan bahwa sertefikat sudah di tanda tangani  Bunda Unifah  ketua Umum PGRI. Namun harapan yang paling urgen yaitu bukan hanya sertifikatnya. Omjay membangkitkan perserta belajar online ini untuk menghasilkan buku. Dimana hasil-resume yang kita tulis selama belajar online dapat dibukukan. Kita bisa belajar menulis dari mana saja termasuk dari seorang pedagang kurma.  Buku ini nantinya di usahakan berISBN bahkan jika tulisannya bagus, penerbit Andi bersedia memfasilitasi sehingga kita tidak mengeluarkan dana untuk proses penerbitan tersebut. Menulis dari manasaja dan menggunakan apasaja. Buku yang kita hasilkan dapat buku cetak atau digital.  Mulailah menulis di blog . Jika ingin tulisan di blog kita dibaca orang, maka kita harus rajin memposting tulisan kita ke sosial media di antaranya facebook,instagram dan Whatapp. Begitu pesan omjay sebelum menutup pembelajaran lewat zoom. Waduh .. ini tantangan yang luar biasa bagi saya.
 .
                Beruntungnya saya bisa bergabung di  belajar menulis dengan Omjay. Mendapatkan materi dari nara sumber yang expert dan ternama. Diantaranya Prof Eko Indrajit Kepala Smart learning dan character center  Pengurus besar PGRI,Om Apiq, M.Ilman Akbar dalam pengenalan SEO,dan pengurus Besar PGRI lainnya. Tak lupa bunda Kita Sri Sugiastuti yang selalu mensuport saya.
Karena penggunaan zoom terbatas akhirnya  Omjay melanjutkan pelajaran melalui WA Grup .Di slide terkhir yang di sampaikan  melalui  WA grup  ada yang membuat airmata saya menetes tentang COVID 19 . Pesan itu nyata sekali terlihat ,dalam  keadaan lockdown atau yang disederhanakan denganPSBB yang lebih jelasnya di rumah saja. Berbeda antara pegawai  tetap yang mempunyai penghasilan dengan yang tidak berpenghasilan tetap. Begitu juga teringat ketika kita akan menyambut bulan ramadhan dan Idul fitri bisakah bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung?.

                   Pada pembelajaran terakhir  Omjay mengajak peserta belajar online untuk membantu Kemendikbud  menjadikan program Belajar Dari Rumah (BDR) di TVRI. Mengisi  survei evaluasi program BDR di TVRI secara online dengan membuka laman s.id/surveibdr atau  SMS gratis dengan mengetik BDR kirim ke 93456. Dan tidak lupa membagikannya kepada orang tua dan guru. Tak luoa Omjay mengingatkan kembali agar para peserta belajar online menulis resume dan pembalajaran daring yang di alami oleh peserta. Semoga resume ini mewakili apa yang diharapkan oleh CEO belajar online dan bermanfaat bagi para pembaca.


Depok, 22 April 2020 

Tuti Agiawati ,S.Pd MM

Minggu, 08 Maret 2020

Membuat Buku Ajar




Narasumber pada belajar menulis online gelombang 2 pertemuan ke 20  yaitu bapak Febi febriadi S.Kom MM .Mengajar di jurusan teknik komputer dan jaringan SMK negeri 2 Tasikmalaya.
Materi yang diberikan oleh pak Pebri yaitu cara menulis bahan ajar .




Urutan penulisan bahan ajar yaitu :
1.       judul
2.       peta konsep
3.       kompetensi inti
4.       kompetensi dasar
5.       tujuan
6.       materi
7.       rangkuman
8.       uraian kompetensi tulis PG minimal , essay minimal 5 soal
9.       uji kompetensi praktik , uji kompetensi semester
1  .   kunci jawaban
Jika   Ki dan KD belum ada dalam materi ketika kita membuat buku ajar maka kita harus buat Ki dan KD sendiri.
Bedanya buku ajar dan LKS yaitu kalau LKS murni teori PG dan essay tanpa praktek kalau buku ajar ada prakteknya. pustaka.Yang menjadi pembeda antara buku ajar satu dengan yang lainnya ketika membahas materi yang sama yaitu materinya.Maksimal  30 halaman untuk membuat buku ajar,terdiri dari 1 KD.
Bedanya buku ajar dengan buku yang ditulis sendiri yaitu kalau buku bentuknya tidak sama dengan urutan yang 10 poin acuan membuat buku ajar atau beda strukturnya. Membuat buku sendiri harus sesuai dengan silabus untuk materi 1 tahun. Jika  dibuat bersama-sama biasanya tiap orang jatahnya di atur oleh tim. tips supaya buku ajar dibuat menarik,harus banyak praktek dan dibuat ilustrasinya. Ilustrasi dapat dibuat sendiri atau dibantu oleh seorang desain. Buku modul dan buku aja hampir sama.Uji kompetensi ditulis setiap KD.Dari membuat Buku Ajar Pak Pebri mendapatkan loyalti yang pantastis. OmJay dan Pak Pebri adalah Penukis Buku Ajar yang patut ditiru.
Demikian penjelasan yang diberikan Pak Pebi, untuk membuat buku ajar.

Cara Menulis Resume Workshop Melalui Whatapp






Motivasi ibu  Rosianafe mengikuti workshop menulis bersama Om Jay untuk menjaga konsistensi menulis setiap hari karena kesibukan mengajar sehingga merasa tak punya waktu untuk menulis lagi akhirnya mengikuti kelas menulis.
Materi yang diberikan ibu Rosiana yaitu cara membuat resume workshop. Bu Rosianafe adalah peserta terbaik di gelombang pertama belajar menulis bersama Om Jay yang telah mendapat hadiah kejutan dari SGM. Inilah tip yang diberikan Bu Rosianafe .
1.      
Motivasi ibu  Rosianafe mengikuti workshop menulis bersama Om Jay untuk menjaga konsistensi menulis setiap hari karena kesibukan mengajar sehingga merasa tak punya waktu untuk menulis lagi akhirnya mengikuti kelas menulis.
Materi yang diberikan ibu Rosiana yaitu cara membuat resume workshop. Bu Rosianafe adalah peserta terbaik di gelombang pertama belajar menulis bersama Om Jay yang telah mendapat hadiah kejutan dari SGM. Inilah tip yang diberikan Bu Rosianafe .
1.       Untuk persiapan menulis singkirkan hal yang sekiranya mengganggu sambil membintangi materi yang akan disampaikan narasumber.
2.       Kalau sudah siap catatlah hal-hal yang mendetail di bagian atas kertas atau note di HP.
3.        Hari tanggal tema dan narasumber gunakan kata-kata yang mudah dipahami .
4.       Tentukan sendiri simbol atau singkatan yang ingin digunakan agar mencatat dan belajar terasa lebih mudah.
5.        Kalau narasumber menyampaikan dengan pesan suara tulis kata kuncinya saja .
6.       Jika ketinggalan biar saja, nanti kita sambung dengan kalimat sendiri .
7.       Siapkan beberapa baris kosong di lembar catatan untuk digunakan saat belajar.
8.        Ketika mencatat kata kunci dan informasi sediakan bagian kosong diantara dua baris agar bisa digunakan untuk melengkapi catatan.
9.       Sebisa mungkin kita menjadi pendengar yang aktif saat mengikuti diskusi jangan asik dengan akun media sosmed sehingga membuat perhatian kita beralih dan kita dapat memahami materi yang dijelaskan dan mengingat informasi jangka panjang.
10.    Catatlah informasi yang disampaikan setelah terdengar kata frase berikut pertama kedua ketiga utama atau khususnya peningkatan besar disisi lain contohnya sebaliknya ,selanjutnya, akibatnya, ingatlah ,bahwa
11.    Tulis ulang catatan sesegera mungkin.
12.   Tulis setiap informasi sejelas mungkin biarlah tulisan sedikit tidak rapi yang penting tulisan masih dibaca oleh mata kita.
13.    Setiap pokok-pokok pembicaraan dalam kalimat dirangkai menjadi satu paragraf yang runtut dan padu.
14.    Kalimat-kalimat tersebut disusun sesuai dengan urutan kejadian atau sebab-akibat kalimat yang digunakan kalimat sederhana bisa juga dengan mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung dari kalimat itu masih bertujuan sama .i
15.    Butuh latihan setiap hari kalimat yang maksudnya sama digabungkan secara ringkas kalau narasumber dari awal sampai akhir pakai voice note gunakan writer plus..
Dalam membuat resume workshop memakai aplikasi WA juga bisa. Klik mic-nya sampai mic berwarna hijau sewaktu video YouTube diputar nanti suara dari YouTube yang tertangkap akan ditulis oleh WA. Agar blog menarik maka ditambahkan foto atau video yang di-share oleh narasumber sedangkan untuk foto narasumber di screenshot dari  foto profil wa-nya.

Jika saat belajar kita merasa ngantuk atau kecapean kita bisa istirahat yang penting kalimat yang ada di WA sudah kita bintangi nanti kita copy paste ke note HP atau writer plus, lalu modifikasi dengan kalimat sendiri usahakan sebisa mungkin jangan sama persis. Kita harus banyak belajar, edit bisa kapan saja ,jangan menunda-nunda untuk menulis karena semakin lama semakin menumpuk.Sering-sering juga mengunjungi blog teman dan tinggalkan komentar apa saja jika kita melakukan hal-hal yang sama maka orang lain pun akan melakukan hal yang sama.

Jakarta 2 Maret 2020J

Cara menjadi Youtuber


Belajar menulis online gelombang 2 bersama omjay, nara sumbernya yaitu  Apiq Agus nggermanto. Beliau adalah seorang  Youtuber, Blogger, Teacher dan tentunya Author.
Kalimat yang pertama di sampaikan adalah ada yg minat jadi youtuber?
Menjadi youtuber tentu ada caranya yaitu:
1. Motivasi jangka panjang
2. Gunakan hp saja
3. Upload ke youtube
https://pamanapiq.com/2019/08/22/3-langkah-menjadi-youtuber-sukses/ Link tersebut adalah cara menjadi  youtuber yang sukses menurut Paman Apiq panggilan terhadap narasumber kita. Pengalaman Paman Apiq lebih dari 11 tahun menjadi youtuber dan merasakan pahit manisnya youtuber. Lalu merumuskan 3 langkah menjadi youtuber sukses berikut ini.
  1. Mulai langkah kecil dengan rencana maraton.
  2. Produksi video mudah dan berkualitas dengan tiga tipe: hub, help, dan hero.
  3. Konsisten improvement.

Banyak yang salah mengira bahwa jadi youtuber bisa menghasilkan uang banyak dalam waktu singkat. Nyatanya kurang dari 10% youtuber yang bisa menghasilkan uang lumayan. Maka lebih dari 90% gagal dan kecewa jadi youtuber. Langkah kecil dan berpikir jangka panjang menjadi penting untuk sukses sebagai youtuber.  memulai jadi youtuber bulan Juli 2008 dimana akses internet di Indonesia masih lambat. Pun tidak ada monetize, tidak ada pendapatan uang sebagai youtuber.
Menjadi youtuber saat itu dengan misi ingin menyebarkan ilmu matematika di dunia pendidikan. Tidak terpikirkan sama sekali menghasilkan uang dari youtube. Bahkan di Amerika sendiri tahun 2008 belum ada monetize dari youtube. Sehingga semua youtuber saat itu memang idealis termasuk saya, paman apiq, dengan canel utama saya youtube.com/edujiwa .
Baru tahun 2010, kabarnya, youtube Amerika mulai monetize sehingga youtuber Amerika dan beberapa negara tertentu bisa menghasilkan uang. Bulan Desember 2012 mendapat email dari youtube,  videonya terpilih sebagai salah satu video Indonesia yang berhak untuk monetize. Video yang dimaksud adalah video yang mengajarkan konsep matematika tentang perbandingan berbalik nilai yang kreatif, berpikir untuk mencoba sesuatu yang baru maka 1 video matematika itu .di  ijinkan untuk monetize. Berikutnya youtube mengirimkan petunjuk lanjutan yang  isinya  lebih banyak video yang bisa dimonetize lagi.
Sampai di sini tidak ada masalah finansial bagi bagi Paman Apiq  Karena memang bertujuan dalam jangka panjang ikut berbagi ilmu matematika melalui youtube. Banyak siswa dan guru (serta orang tua) yang merasa terbantu oleh video  Itu, dan membuat  bahagia bagi sesama.Dengan rencana jangka panjang untuk ikut memajukan pendidikan di Indonesia melalui youtube maka  bisa bertahan dan terus berkembang sebagai youtuber sampai tahun 2019. Selama 11 tahun menjadi youtuber mempunyai penghasilan dari youtube sebagai  passive income.
Ada kesalahan youtuber pemula adalah mereka mengira bisa menghasilkan uang banyak dari youtuber dalam waktu 1 sampai 3 bulan. Ketika mereka menjalani sampai 3 bulan tidak menghasilkan pendapatan sesuai harapan maka bisa bubar semua rencana.Solusinya adalah langkah kecil dengan rencana maraton jarak jauh jangka panjang.Pengalaman  sebagai youtuber mengajarkan banyak hal tentang maraton jarak jauh. Tahun 2008 youtube tidak memberikan dolar sama sekali. Tahun 2012 mulai monetize tetapi penghasilan dari youtube masih kecil tidak lebih dari 10 dolar per bulannya. Tahun 2016  melihat ada lonjakan pendapatan dari youtuber Indonesia termasuk Paman Apiq.. Dan tahun 2018 adalah tahun paling menakjubkan pertumbuhan revenue dari youtube. Dan tahun 2019 semoga menjadi lebih baik lagi.
Meski awalnya youtube tidak memberi keuntungan langsung secara finansial tetapi youtube memberi banyak dampak positif. Orang Indonesia jadi mengenal matematika kreatif APIQ dari youtube. Media massa cetak mau pun televisi memberikan liputan gratis APIQ setelah mencermati konten APIQ di youtube. Siswa dan guru bisa belajar matematika asyik kapan saja melalui saluran youtube APIQ. Dan masih banyak dampak positif lainnyahttps://socialblade.com/youtube/user/pamanapiq   Ini untuk  mengintip penghasilan dolar youtuber.
 Langkah awal jadi  youtiber sukses, pertama coba bikin video 1 menit lalu upload ke youtube. Bisa menggunakan HP biasa. Buat  video  sesuai konsep yangg diperbarui. Lalu cek responya.



Cara mendapatkan banyak subcribe
1. Bikin video kualitas optimal bukan maksimal
2. Pilih konten yg dibutuhkan penonton
3. Perbaiki lagi

https://pamanapiq.com/youtuber/ jika ingin sukses jadi youtober ikuti sharing melaui link  ini.
Judul bisa riset sederhana untuk mudah di temukan.
Pakai judul yang sudah banyak/paling banyak dicari . Paman Apiq membuat video optimal
https://www.youtube.com/watch?v=e6-hD__xPuU&feature=yoututube link ini sudah  ditonton 3,4 juta kali. konsisten improvement  dengan cara:
1.    Temukan cara meningkatkan kualitas video dengan persiapan dan editing.
2.    Temukan cara meningkatan kualitas konten video.
3.    Temukan cara memproduksi video dengan efisien, hemat waktu, biaya, dan energi.
4.    Temukan irama yang konsisten untuk meproduksi konten positif.
5.    Gali lebih dalam analytic  dan perhatikan trending serta analytic canel lain.
6.    Buat video lagi sesuai analytic.
7.    Fokuskan ke dampak positif kepada masyarakat luas.


Cara meningkatkan kualitas video adalah dengan editing. Banyak youtuber pemula mengira bahwa namun  sebaiknya dihindari editing. Youtuber mempunyai tim sesuai dengan kebutuhan.namun sebaiknya mandiri secara finansial di awal. Bila kita sudah upload dan ada yg nonton maka otomatis muncul analytic nya. Syarat untuk mendapatkan doalr yaitu:
1. Subacriber minimal 1000
2. Jam tayang 4000 jam dalam setahun terakhir
3. Disetujui
Paman Apiq sampai saat ini mengolah konyen youtubenya sendiri tanpa tim.
cara mudah dan murah produksi video: cukup hp saja. Agar orang langsung tertarik dan langsung subscribe,apa yang dibutuhkan ada di video, meskipun banyak video yang hampir mirip,yang penting kita buat video sendiri. Untuk Youtube yang bagus lamanya adalah 3 sampai 5 menit. Kalau mengguanakan video orang lain, termasuk pelanggaran.begitu juga menggunakan musik orang lain. Musik yang aman gunakan musik yang disediakan youtube, gratis ada ribuan.Satu orang mempunyai dua chanell. misalnya youtube sekolah yang dikelola kita,dengan youtube pribadi dengan video yang sama itu namanya plagiat dan pelanggaran.


Agar chanel youtube kita di tonton jutaan orang,kita harus memprediksi yang di butuhkan jutaan orang.Boleh juga memberikan tag. Namun efeknya keci.Contohnya ketika quick count dalam pemilu. Jutaan orang menontonya. Paman Apiq membuat video matematika quick count ditonton 2 juta kali lebih.Berarti ide konten juga bisa diambil dari isu yang sedang berkembang . Cara pasang iklan di youtube.com, bisa langsung hubungi mereka.Biasanya di gmail kita ada tawaran mereka
 Kesimpulan dari materi ini :
1. Mulai saja upload video
2. Lalu perbaiki dengan konsisten
3. Tip trik youtuber lengkap bisa lihat pada link youtube Paman Apiq.

Jakarta,8 Maret 2020

Jumat, 28 Februari 2020

Konsep Menyunting (editing)


Belajar menulis gelombang 2 bersama Om Jay (Wijaya Kusumah)

Pertemuan online ke 17
Resume           :  Konsep Menyunting (Editing)
Nara Sumber   :  Much. Khoiri
Oleh                : Tuti Agiawati
Untuk yang belum kenal, mohon izin saya memperkenalkan diri, saya Much. Khoiri, penggerak literasi, dosen menulis kreatif, editor, dan penulis 43 buku dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Bagi yang sudah kenal, selamat berjumpa lagi di forum yang bahagia ini.Begitu sapaan  pembuka nara sumber kita kali ini, belajar menulis online gelombang 2 bersama Omjay

 Materi yang di berikan yaitu konsep menyunting (editing), mengapa perlu menyunting, apa yang disunting, dan bagaimana melakukannya, baik untuk karya sendiri maupun karya orang lain. Pak Khoiri memberikan artikel yang berjudul “MENYUNTING TULISAN” dan peserta belajar menulis online di beri kesempatan untuk memberikan respon artikel yang diberikan Beliau. Inilah Artikel nya.


Serial 'Teori' Menulis (30)
MENYUNTING TULISAN
Oleh MUCH. KHOIRI
Jika kita sudah membuat draf pertama tulisan kita, tugas menulis kita belumlah selesai. Ada satu langkah penting lagi dalam proses menulis, yakni menyunting (editing) draf atau naskah tulisan kita. Nah, apa yang perlu kita lakukan dalam menyunting naskah?
Kita harus baca ulang draf kitamungkin tidak hanya cukup sekali, bisa dua atau tiga kali. Dalam hal ini kita harus berdiri sebagai pembaca, dan karena itu harus objektif memberikan penilaian. Intinya, proses membaca naskah sendiri ini untuk menemukan kekurangan atau kelebihan dari draf kitabaik menyangkut ide, pengorganisasian, maupun penggunaan bahasa.
Secara umum kita bisa bisa menambahkan variasi, penekanan, koherensi, transisi, dan detail (rincian). Kita juga bisa mengurangi kalimat bertele-tele (mubasir), irelevansi, dan inkonsistensi. Bagaimana praktiknya?
Terkait dengan penyuntingan ide, jika kekurangan keluasan dan kedalaman, kita harus menyisipkan atau menambahkan ide ke dalamnya. Misalnya, kita belum memasukkan contoh, kasus, kutipan, anekdot, dan sebagainya; karena itu, kita harus segera melunasi semua kekurangan itu.
Sementara itu, jika naskah kita kelebihan ide, misalnya terlalu rinci, atau terlalu banyak contoh kasus, kita harus segera menyeleksi mana yang paling relevan dengan topik bahasan. Selain itu, mungkin contoh-contoh yang kita ajukan tidak relevan; dan karena itulah, mereka harus diganti contoh yang baru dan relevan.
Pengorganisasian ide tidak kalah pentingnya. Kita cermati bagian-bagian tulisan, apakah sudah ada pembuka yang memikat, penjelasan atau uraian yang proporsial, dan penutup yang mengesankan atau mengejutkan? Mungkin ketiga bagian ini tak berlaku kaku untuk puisi. Namun, hakikatnya, sebagaimana siklus hidup, tulisan seharusnya mengandung ketiga bagian itu.
Selain itu, sudah runtutkah ide-ide yang kita tuangkan di dalam naskah kita? Apakah klasifikasi ide telah tercermin di dalam tulisan? Apakah sudah ada kepaduan dari keseluruhan ide? Apa lagi yang masih perlu ditambahkan atau dikurangi? Pertanyaan semacam ini perlu dikemukakan saat mencermati pengorganisasian tulisan.
Menyunting juga perlu membenahi penggunaan bahasa yang kita gunakan di dalam draf kita. Pertama hubungan subjek-predikat, kemudian pemilihan kata (diksi), dan penggunaan konteks yang tepat. Tentu saja, kita harus selalu berusaha untuk menggunakan kalimat-kalimat efektif, bukan hanya untuk melancarkan penyampaian maksud, melainkan juga untuk menunjukkan kecintaan kita berbahasa Indonesia.
Lebih lanjut, proses penyuntingan juga diarahkan untuk membenahi ejaan, tanda baca, dan mekanika (tata tulis) tulisan. Nama orang, instansi, organisasi, kota, dan sebagainya harus dimulai dengan huruf kapital. Ada aturan-aturan main yang harus ditaati bersama, agar tertib berbahasa bisa diwujudkan.
Singkatnya, revisi dan menyunting dimaksudkan untuk memoles, mengasah, melengkapi, menyempurnakan naskah, baik isi (content) maupun struktur pengembangan. Tak terlewatkan adalah membenahi mekanika (tata tulis), tata bahasa, diksi, ejaanhingga akurasi karya pun akan tampak meyakinkan.
Dengan demikian, menyunting itu  bukan pekerjaan mudah. Kita perlu membekali diri dengan pengetahuan kebahasaan intralinguistik dan ekstra linguistik, agar hasil suntingan kita memenuhi standar penyuntingan. Yang terpenting lagi, melakukan penyuntingan!
Setelah mencoret-coret, memotong, menambah, atau melengkapi draf kita, maka tibalah saatnya kita menyempurnakan draf itu. Penyempurnaan draf dilakukanbisa ditambah dengan membaca-ulangguna memperoleh draf final yang siap diserahkan atau dikirimkan kepada pembaca lain.
Dalam mengerjakan penyuntingan, sangat boleh jadi bahwa kita akan mendapati perbedaan-perbedaan antara draf awal dan draf finalentah isi maupun organisasi dan bahasanya. Jangan panik; itu wajar. Maksudnya, saat kita menyunting, kita bisa berpikir lebih baik dibanding saat menulis draf awaldan karena itu, kita berpeluang membenahinya.
Saya pernah membaca sebuah buku bagus berjudul In Transitions (1990) yang memuat draf-draf awal penulis hebat dunia. Draf-draf itu masih penuh coretan, koreksi, dan sisipanbaik bentuk (struktur generik) maupun isi (ide, gagasan). Ada proses penyuntingan di sana. 
Ketika saya bandingkan draf yang ada di dalam buku In Transitions dengan draf final di buku lain (buku referensi mengajar), terdapat perbedaan yang signifikan. Para penulis telah merevisi (menyunting) bentuk dan isi karya mereka. Artinya, para penulis kelas dunia pun juga menempuh pembelajaran untuk memperbaiki karya mereka.
Jadi, begitulah, bagi penulis, menyunting itu bagian tak terpisahkan dengan pembuatan draf (drafting). Jika ada penulis enggan melakukannya, itu semata akibat kepercayaan diri yang terlalu besar akan kelayakan karya yang telah dihasilkannya. Padahal, soal kualitas tulisan bukanlah kita sendiri yang menilainya, melainkan masyarakat pembaca.

Jadi, Mengapa perlu menyunting? Karena draf naskah tulisan memang belum dianggap selesai atau final, masing ada kemungkinan kekurangan sana-sini. Harus dibaca ulang draf kita mungkin tidak hanya cukup sekali, bisa dua atau tiga kali. Dalam hal ini kita harus berdiri sebagai pembaca, dan karena itu harus objektif memberikan penilaian.
 Apa saja yang perlu diedit atau disunting?  Secara umum kita bisa bisa menambahkan variasi, penekanan, koherensi, transisi, dan detail (rincian). Kita juga bisa mengurangi kalimat bertele-tele (mubasir), irelevansi, dan inkonsistensi. Dengan kalimat lain, penyuntingan berfokus pada tiga unsur, yakni bobot ide, pengorganisasian ide ke dalam tulisan, dan penggunaan bahasa.
Jika editor  mendapat tulisan yang kurang proporsional, terlalu.bertele-tele. Tetapi saat diedit  penulisnya berkeberatan,perlu disepakati sejak awal. Apa saja yang boleh dan tidak boleh. Jika apa-apa  tidak boleh, ya editing dikembalikan ke beliau sendiri.
Kalau kita sebagai penulis pemula, yang tidak punya kemampuan memadai untuk melakukan editing? Ke depan, penulis juga harus belajar menjadi editor, seiring perjalanan waktu. Tapi untuk smentara, silakan mencari editor (profesional), setidaknya teman bahasa yang tahu banyak tentang kompetensi editor. Minta tolong beliau untuk melakukan editing, kemudian minta beliau untuk menunjukkan perbedaan antara teks asli dan teks editan. Dari situlah kita belajar, sedikit demi sedikit.
                Resep tulisan yang bagus dan diminati yaitu  menguasai materi yang hendak ditulis,ini syarat mutlak. Tentang bagaimana-nya, itu masalah teknis. Dan teknis itu bisa kita latih berulang kali. Makin banyak latihan, tulisan kita akan makin lancar dan kriuk.
 Prosentasi  editing oleh editor Bergantung "seberapa baik" naskah yg ada,  Yang jelas, konten jadi hak penuh penulis. kita membantu memuluskan komunikasi konten ke pembaca. Karena itu, editor lebih banyak konsen pada pengorganisasian ide dan penggunaan bahasa.
Intinya, kita tidak berhak mengubah maksud atau konten. Jika kita ragu-ragu tentang konten, ada baiknya kita tanyakan ke penulis.kkerap kali editor menemukan naskah yang  bikin kepala cenut-cenut akibat bahasa yg menggemaskan. Logika juga kurang tertata. Jadi, editor membantu menatakan. Lalu, hasilnya dikirimkan ke penulis untuk dicek dan dibandingkan dengan naskah aslinya.
 Cara mengedit  tulisan  yaitu  baca dulu seluruh teks untuk memahami konten secara umum. Ini review konten. Setelah itu, menandai mana yang perlu ditata dan direvisi. Kemudian, dilakukan editing mulai awal hingga akhir. Setelah itu, perlu proofreading (ngecek tata tulis, mungkin terlewatkan; juga tanda baca, ejaan, dsb.)Kalau sudah terbiasa, semua review bisa lebih cepat. Terlebih jika paham ilmu dari konten dalam buku tersebut.Mengedit naskah  sesuai dengan kaidah genre tulisan yang ada. Bikin esei, ada kaidah bikin esei. Bikin cerpen, ada kaidah bikin ceepen. Begitu pula puisi.Kalau mengedit puisi, harus tahu kaidah bikin puisi yang baik, perlu ada rima, ritma, majas, simbol, dsb..
Sebagai penulis, setidaknya kita memahami bagaimna menulis kalimat sederhana.  cek setelah selesai menulis, apakah kalimat-kalimat  yang ada sudah ada subjek-predikatnya. Ini tantangan.Tapi jika belum bisa melakukan sendiri, ya ada baiknya minta tolong editor, dan minta utk menunjukkan perbedaan antara teks asli dan teks editan. Cari editor yg mau memberi masukan ke tulisan, dan menunjukkan kelemahan dan kelebihan tulisan. Dari situ  akan belajar bagaimana mengedit tulisan.Ada dua lapis dalam tim saya, bergantung pd "parah" tidaknya naskah. Jika tidak parah, ya cukup satu lapis. Jika parah, dua lapis perlu dijalankan. Lapis kasar itu yang mengedit mulai konten, pengorganisasian, dan bahasa secara umum. Lapis halusnya yang akan memfinalkannya .Syarat editor itu sebenarnya tingkat kemahiran tertentu jika dites denga UKBI (Uji Kemahiran Bahasa Indonesia), demikian pun jadi editor Bahasa Inggris atau yang lain. Pak Khoir bisa mengedit naskah bahasa  Indonesia dan bahasa Inggris.
 Jika editing menganggu proses menulis,  sementara  jangan pikirkan editing. Fokus ke menulis. Nanti editing serahkan ke ahlinya. Menyunting atau editing perlu dilakukan terhadap naskah atau tulisan, sebelum disajikan ke pembaca. Menyunting tentu bisa dilakukan pada naskah sendiri maupun naskah orang lain. Karena itu, penulis yang baik ya perlu berlatih menjadi editor, untuk karya sendiri dan (jika perlu) untuk karya orang lain.  Saat menyunting,  fokus pada konten, pengorganisasian, dan penggunaan bahasa. Namun, konten tidak boleh banyak diubah. Editor lebih berhak membantu pengorganisasian ide dan penggunaan bahasa. Tentu, editor harus tahu benar substansi konten dan struktur tulisan yang seharusnya. Tentu saja, kemampuan ini semuanya bisa dilatih, baik dengan bimbingan mentor maupun dengan otodidak. Editing lah yang membuat tulisan siap disajikan ke pembaca. Jika editing berhasil, pesan penulis lebih mudah sampai ke pembaca. Semoga kita enteng hati untuk belajar menjadi editor, sekurangnya untuk naskah diri sendiri.
Kalimat terakhir yang di sampaikan  beliau  dalam menutup materi yaitu semoga apa yang disampaikan bermanfaat. Aamiin