Senin, 17 Februari 2020

Membangun dan Mengelola sekolah


Kegiatan pertemuan ini di awali dengan berdoa yang dipimpin oleh moderator Pak Faig  Aminudin ari Demak. Bu Betti tidak menyiapkan materi, namun kegiatan ini dilaksanakan dengan tanya jawab langsung, dn]an belaiu bercerita tentang pengalamannya mendirikan sekolah.Di awali dengan mendirikan kursus.Kursus Aritmatika yang saya mulai tahun 1996.
Bu Betti memulai kursus dengan menginduk ke pusat kursus YAI Friendchise 10 jut pada tahun 1996. 6 bulan berdiri muridnya cuma 3 orang. Tapi pada tahun 1998 s membuat buku sendiri dan bisa menjualnya dengan harga 10 ribu, pusat kursusnya mulai berkembang. Di Bekasi sudah mempunya 24 cabang.Pada tahun 2003 salah satu cabang  ingin membuat TK dan meminta beliau untuk membantunya. Singkat cerita buku dan permodalan serta persuratannya  dibantu dengan akte yang dimiliki yaitu Yayasan Insan Kamil.
Awalnya Beliau memulai buka kursus itu sebenarnya pelarian dan sedang mencari cari lapangan kerja sendiri karena sabaru berhenti mengajar dari suatu yayasan pendidikan juga,alasannya ingin  ada waktu untuk anak waktu itu.Tapi membuat suatu lembaga itu ternyata banyak tantangan dan k perlu cari solusinya.  Karena aritmatika itu berhubungan dengan angka , jadi buatnya  itu sangat menarik.  Banyak  anak yang takut sama angka jadi  tambah bersemangat lagi untuk membuat kursus.Pada tahun 2003 dimulailah mendirikan TPA dan TK dengan cara bersama sama dengan teman beliau, 3 bulan TK berjalan temannya mundur karena dia rasa membuat sekolah itu rugi. Akhirnya  dilanjutkan sendiri. Tempat pelaksanaan KBM awalnya k mulai dari sebuah rumah kontrakan. Nekat memang,tapi karena kenekatan itulah akhirnya jadilah sekolah itu sampai sekarang.
 Pada tahun 2004  mulai mendirikan SD berkat permintaan orang tua murid yang anaknya ingin lanjut di Sekolah Insan Kamil.Awalnya jumlah murid 33 orang.Semua pada intinya adalah komitmen dan keyakinan akan sesuatu. Walaupun badai menghadang pasti akan baik-baik saja jika tetap berpegang teguh pada pondasi hati. Kemudian tempatnya pindah tidak jauh dari rumah kontrakan itu. Sekitar 200 / 300 meter . Masih bisa terlihat dari lokasi sekolah baru ke sekolah lama. Dengan membeli   rumah itu juga over kredi. Kalau sekarang mungkin harus mikir mikir karena sekolah bagus itu banyak dan sekolah gratis pun banyak. Jadi banyak saingan.
 Pada awal mendirikan sekolah tidak pernah terpikiroleh beliau  profit walau beriringan dengan berjalannya waktu  bisa mendapatkan profit  dalam bentuk apapun.Beliau bepikir saat itu jika orang kaya sekolah di tempat yang bagus dan orang miskin di tempat yang jelek itu biasa. Yang luar biasa orang miskin bisa sekolah di tempat yang bagus. Untuk itu guru bisa merealisasikannya. Karena punya buku yang masih dipakai beberapa kursus dan sekolah, akhirnya  bisa mensubsidi sekolah nya.Untuk awal gaji gurunya diambil dari gaji suami beliau yang hanya PNS.Itupun untuk mengaji guru-gurunya nombok. Berjalan dengan waktu ada bantuan dana BOS  tahun 2009.Dari situlah sekolah  mulai aman terkendali.
Untuk perijinan itu diurus setelah ada murid, jadi tidak fiktif. Mulai dari ijin RT , RW, dan keatasnya. Sebelumnya kita minta petunjuk atau arahan dari UPTD kecamatan, berkas apa saja yang harus disiapkan. Bu Betti juga mengajarkan aritmatika , Di dalam aritmatika ini anak bergaulnya dengan angka tapi karena bantuan alat yang namanya sempoa , jadi menghitungnya menjadi gampang. Dimulai dari menggunakan sempoa dan lama lama sempoa itu hanya dalam bayangan saja. Sebenarnya program ini untuk mengoptimalkan fungsi otak kanan tapi dampaknya anak bisa menghitung dengan cepat walau tanpa alat lagi.Bu Betti juga menerbitkan buku,mencetak dan memasarkan sendiri. Buat pelatihan gratis namun bukunya harus beli,dan diisi di buku itu jadi ga bisa dipake orang lain karena sudah terisi. Aritmatika dan sempoa hampir sama kalau aritmtika pakai sempoa ,kalau jarimatika paki jari.Dengan menulis buku Aritmatika, beliau bisa jadi guru teladan dan kepala sekolah berprestasi. Buku ini pun pernah dibuat aritmatika terapan, jadi pembelajaran matematika pakai cara sempoa.Buku ini di revisi sehingga anaktidak takut pada matematika.
Setiap sekolah harus mempunyai kekhasan. Di TK nya punya target anak hafal ayat kursi, kalau di SD hafal juz 30.  Di sekolahnya juga  cinta budaya tradisional dari permainan tradisional sampai tarian tradisional. Semua anak biasa melakukannya. Untuk menari sudah  biasa dipanggil yang memerlukan. Mulai dari kegiatan Blogger, Kedinasan , Acara Kementrian sampai Acara Ibu Presiden.
Jika ingin mempromosikan kursus harus punya produk. Agar lebih maju  harus  fokus dan tidak mudah menyerah.Pertama orang belum tau, juga belum punya contoh anak yang telah belajar / berhasil. orang maunya ada contoh. Bu betti menjadi Ibu Inspiratif  versi nova tahun 2015,dan muridnya menjadi duta membaca se-Jawabarat. Setipa tahun membuat kegiatan mengundang sekolah lain untuk mengadakan aneka lomba, walaupun dananya harus nombok.beliau Juga membuat buku Braingym,namun bukunya nelum selesai.
Hidup harus dinikmati,jadilah  guru yang inovatif,lakukanlah pekerjaan yang terbaik,jangan ragu.Karena Allah akan memberikan jalan kebaikan itu. Kalimat terakhir sebagai motivasi dalam Belajar online pertemuan ke 10 bersama bu Betti.



Belajar menulis gelombang 2 bersama Om Jay (Wijaya Kusumah)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar