Kegiatan pertemuan ini di awali dengan berdoa
yang dipimpin oleh moderator Pak Faig
Aminudin ari Demak. Bu Betti tidak menyiapkan materi, namun kegiatan ini
dilaksanakan dengan tanya jawab langsung, dn]an belaiu bercerita tentang
pengalamannya mendirikan sekolah.Di awali dengan mendirikan kursus.Kursus Aritmatika yang saya mulai tahun 1996.
Bu Betti memulai kursus dengan menginduk ke pusat kursus YAI Friendchise 10 jut pada tahun 1996. 6
bulan berdiri muridnya cuma 3 orang. Tapi pada tahun 1998 s membuat buku
sendiri dan bisa menjualnya dengan harga 10 ribu, pusat kursusnya mulai
berkembang. Di Bekasi sudah mempunya 24 cabang.Pada tahun 2003 salah satu
cabang ingin membuat TK dan meminta
beliau untuk membantunya. Singkat cerita buku dan permodalan serta
persuratannya dibantu dengan akte yang dimiliki yaitu
Yayasan Insan Kamil.
Awalnya Beliau memulai
buka kursus itu sebenarnya pelarian dan sedang mencari cari lapangan kerja
sendiri karena sabaru berhenti mengajar dari suatu yayasan pendidikan
juga,alasannya ingin ada waktu untuk
anak waktu itu.Tapi membuat suatu lembaga itu ternyata banyak tantangan dan k
perlu cari solusinya. Karena aritmatika
itu berhubungan dengan angka , jadi buatnya
itu sangat menarik. Banyak anak yang takut sama
angka jadi tambah bersemangat lagi untuk
membuat kursus.Pada tahun 2003 dimulailah mendirikan TPA dan TK dengan cara
bersama sama dengan teman beliau, 3 bulan TK berjalan temannya mundur karena
dia rasa membuat sekolah itu rugi. Akhirnya
dilanjutkan sendiri. Tempat pelaksanaan KBM awalnya k mulai dari sebuah
rumah kontrakan. Nekat
memang,tapi karena kenekatan itulah akhirnya jadilah
sekolah itu sampai sekarang.
Pada
tahun 2004 mulai mendirikan SD berkat
permintaan orang tua murid yang anaknya ingin lanjut di Sekolah Insan Kamil.Awalnya jumlah murid 33 orang.Semua pada intinya adalah komitmen dan keyakinan akan sesuatu. Walaupun
badai menghadang pasti akan baik-baik saja jika tetap berpegang teguh pada
pondasi hati. Kemudian tempatnya pindah tidak jauh dari rumah kontrakan itu. Sekitar 200 / 300
meter . Masih bisa terlihat dari lokasi sekolah baru ke sekolah lama. Dengan membeli rumah itu juga over kredi. Kalau sekarang
mungkin harus mikir mikir karena sekolah bagus itu banyak dan sekolah gratis
pun banyak. Jadi banyak saingan.
Pada
awal mendirikan sekolah tidak pernah terpikiroleh beliau profit walau beriringan dengan berjalannya
waktu bisa mendapatkan profit dalam bentuk apapun.Beliau bepikir saat itu jika orang kaya sekolah
di tempat yang bagus dan orang miskin di tempat yang jelek itu biasa. Yang luar
biasa orang miskin bisa sekolah di tempat yang bagus. Untuk itu guru bisa
merealisasikannya. Karena punya buku yang masih dipakai beberapa
kursus dan sekolah, akhirnya bisa
mensubsidi sekolah nya.Untuk awal gaji gurunya diambil dari gaji suami beliau yang hanya PNS.Itupun untuk mengaji guru-gurunya
nombok. Berjalan dengan waktu ada
bantuan dana BOS tahun 2009.Dari situlah sekolah mulai aman terkendali.
Untuk perijinan itu diurus setelah ada murid,
jadi tidak fiktif. Mulai dari ijin RT , RW, dan keatasnya. Sebelumnya kita minta
petunjuk atau arahan dari UPTD kecamatan, berkas apa saja yang harus disiapkan. Bu Betti juga mengajarkan
aritmatika , Di dalam aritmatika ini anak bergaulnya
dengan angka tapi karena bantuan alat yang namanya sempoa , jadi menghitungnya
menjadi gampang. Dimulai dari menggunakan sempoa dan lama lama sempoa itu hanya
dalam bayangan saja. Sebenarnya program ini untuk mengoptimalkan fungsi otak
kanan tapi dampaknya anak bisa menghitung dengan cepat walau tanpa alat lagi.Bu Betti juga menerbitkan
buku,mencetak dan memasarkan sendiri. Buat pelatihan gratis namun bukunya harus
beli,dan diisi di buku itu jadi ga bisa dipake orang lain karena sudah terisi.
Aritmatika dan sempoa hampir sama kalau aritmtika pakai sempoa ,kalau
jarimatika paki jari.Dengan menulis buku Aritmatika, beliau bisa jadi guru
teladan dan kepala sekolah berprestasi. Buku ini pun
pernah dibuat aritmatika terapan, jadi pembelajaran matematika pakai cara
sempoa.Buku ini di
revisi sehingga anaktidak takut pada matematika.
Setiap
sekolah harus mempunyai kekhasan. Di TK nya punya target
anak hafal ayat kursi, kalau di SD hafal juz 30. Di sekolahnya juga cinta budaya tradisional dari permainan
tradisional sampai tarian tradisional. Semua anak biasa melakukannya. Untuk
menari sudah biasa dipanggil yang
memerlukan. Mulai dari kegiatan Blogger, Kedinasan , Acara Kementrian sampai
Acara Ibu Presiden.
Jika ingin
mempromosikan kursus harus punya produk. Agar lebih maju harus
fokus dan tidak mudah menyerah.Pertama orang belum
tau, juga belum punya contoh anak yang telah belajar / berhasil. orang maunya
ada contoh. Bu betti
menjadi Ibu Inspiratif versi nova tahun 2015,dan muridnya menjadi duta membaca se-Jawabarat. Setipa tahun membuat
kegiatan mengundang sekolah lain untuk mengadakan aneka lomba, walaupun dananya
harus nombok.beliau Juga membuat buku Braingym,namun bukunya nelum selesai.
Hidup harus
dinikmati,jadilah guru yang
inovatif,lakukanlah pekerjaan yang terbaik,jangan ragu.Karena Allah akan
memberikan jalan kebaikan itu. Kalimat terakhir sebagai motivasi dalam Belajar
online pertemuan ke 10 bersama bu Betti.
Belajar menulis
gelombang 2 bersama Om Jay (Wijaya Kusumah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar