Malam ini kegiatan
belajar online gelombang 2 pertemuan ke 13 dengan nara sumber yang hebat dan
moderator yang ok.Melihat dari biodatanya, Bu Hati guru Muda namun prestasinya
sudah segudang. Penghargaan yang di dapatnya
yaitu Anugerah Winaya Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung,
Bupati Bandung sebagai Guru Penggerak
Indonesia Maju- 2019,Anugerah Winaya Kabupaten Bandung Guru Berprestasi 2017,Karya Terbaik I Diseminasi Literasi Nasional Kemendikbud 2017.Karya
tulis bukunyapun sudah banyak yang diterbitkan, tetapi
beliau tetap humble.
Menurut Bu hati menulis
itu banyak ceritanya, belum mahir dalam menulis, namun berusaha mengikuti alur
jenis penulisan dan menulis apa yang
menurutnyaa bisa, dan sesuai apa yang
diinginkan. bukunyapun sudah banyak yang diterbitkan. Menurutnya Menulis
sebagai Hobi sederhana. Terinspirasi dari dosen
IPA di UPI, Yusuf Hilmi Adisenjaja...tahun 2002saat kuliah. Mencoba
menulis dan masukkan ke majalah ternyata lolos sebanyak dua kali.,tentunya
kajian ipa dengan Alqur'an.Iitu tahap perdana. Baru menulis kembali tahun 2007,
sebatas PTK.Namun bukan kepentingan untuk naik pangkat kareana belaui guru
honorer. Guru Honorer yang ada di zona
nyaman dengan karya-karyanya. Kepala sekolahnya
meminta smengirimkan ptk ke p4TKIPA. seminar internasional sains menjadi
pemakalah perwakilan JABAR. saat itu pertama kali seminar
Selain seminar ada
tawaran memasukkan block grant tahun
2008, para guru bilang gak mungkin lolos,
Bu Hati hanya iseng dan mengirimkan
dalam waktu semalam membuat proposal ke LPMP JABAR, alhamdulillah diterima saat pengumuman hasil penerima dana.
Begitu juga dengan PTK yang diajukan setiap tahun diterima di tingkat
nasional dari 2015-2019.. berturut turut.
Kegiatan diseminasi literasi 2017 merupakan ajang keberuntungan baginya,karena
menjadi juara pertama. Awalnya membuat outline sebanyak 6 judul buku untuk
pilihan, namun tak ada satupun yang digunakan. Akhirnya Peyeum Bandung menjadi
pilihan karena mengarah ke saint Tehnologi konvensional. Dibuat dalam waktu 6
hari sebelum deadline.
Menulis baginya mengisi
waktu luang setelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang beliau sebut
Refreshing otak.Bu hati dulu penjaja buku ke penerbit mayor,dan ditolak, namun
baginya tak ada masalah ,walaupun ada yang di terima oleh penerbit mitra sarana
yaitu 2 buku tentang reftil dan ekosistem.
Penerbit Rosda karyapun menerima juga bukunya berjudul kreasi dari kain
flanel. Waktu itu beliau belummengenal penerbit indie. Bu hatipun beruntung
mengikuti kelas kesharlindung dan lolos seleksi.
Naskah peuyeum Bandung sederhana sekali, dan pernah disindir oleh
teman se grupnya karena menurut temannya
tulisan bu hati tidak bagus, malah menganjurkan menulis tentang kelima
putranya. Ternyata bunda kita yang masih muda dan cantik ini mempunya 5 putra,
luar biasa . Dengan mempunyai lima anak masih dapat menulis dan berprestasi.Awalaupun
awalnya malu menulis tentang Peuyeum Bandung, namun salah satu profesor di kampusnya sangat mendukung karena
mengangkat kearifan lokal dan bangga dengan budaya. Sejak itu saya menerbitkan
buku di penerbit indie, Bu Hati membantu mengedit dan menerbitkan buku temannya di
penerbit indie. Saat ini 200 an buku naskah guru tingkat nasional yang beliau edit.
Bu hati mengambil ide
karena mengangkat saint dan bioteknologi dengan narasi. Peuyeum Bandung
itu ada nilai mengangkat kearifan lokal,
karakter, religi, keterampilan yang
dipadukan. Bu Hatipun membuat puisi sebagai rangkuman dari isi cerita setiap
bab. Di awal bab di tempatkan puisi. Beliau selalu membuat naskah yang baru,dan
kini membuat penerbit indie sendiri. Namanya penerbit Tata Akbar, berdiri bulan
Oktober 2019. Walaupun baru berdiri sudah sudah terbit 50 naskah dan memproses
45 naskah baru. Motto Beliau “Dengan menulis aku berpetualang”. Menulis
awalnya tidak bisa dan menjadi bisa, jangan takut mencoba. Bu Hati di gandeng
penulis ternama karena pandai menulis dan dikenalkan oleh temannya di kampus UPI.
Ada trik mengubah PTK menjadi Buku menurut bu Hati
Inilah trik mengubah PTK jadi buku
TRIK MENGUBAH KTI (PTK) MENJADI BUKU
Contoh
Judul PTK :
Penggunaan Media Audiovisual untuk Meningkatkan
Motivasi dan Hasil Belajar pada Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia di
Kelas IX SMP Negeri Surabaya Tahun Ajaran 2017/2018
Judul Buku: Penggunaan Media Audiovisual dalam
Pembelajaran Sejarah
1. Bab I (Pendahuluan) buang masalah, manfaat,
definisi operasional
a.Tambahkan bagian kesenjangan (berisi rendahnya hasil
belajar, motivasi, minat belajar, dsb.) ganti dengan kondisi memprihatinkan
yang terkait pembelajaran materi/ mapel yang kita PTK-kan. Jadi, tidak lagi
hanya terbatas pada kondisi kelas kita).
b.Pernyataan “Berdasarkan latar belakang di atas,
penulis menetapkan untuk melakukan penelitian tindakan ke… DIUBAH menjadi “buku
ini ditulis berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang berjudul .....”
2. Bab II adalah subbab 2.1 (kajian teori yang pertama
3. Bab III
adalah sub bab 2.2
4.Bab IV adalah subbab 2.3 (sesuaikan dengan jumlah
kajian teori pada bab II.
5.Bab V (Diangkat dari bab Hasil Penelitian dan
Pembahasan)Peng-gunaan Media Audiovisual dalam Pembelajaran Sejarah.
Di bagian awal beri pengantar seperti ini:Uraian pada
bab ini diangkat dari hasil penelitian tindakan kelas yang dialkukan di ...
pada ...
Data yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah
... yang dikumpulkan dengan instrumen ... Data dianalisis dengan ....
Lalu sub bab berikutnya mengikuti subbab pada bab Hasil
Penelitian dan pembahasan.
Foto foto unik sederhana dapat
menjadi ide menulis, memotivasi anak didik menulis mandiri, tuliskan dan diterbitkan. Terkadang belajar
memvideokan sederhana . Putrinya pun di motuvasi untuk menulis dan menghasilkan
karya. Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Bu hati pun menjadi editor bertaraf
nasional karean mengedit karya guru berprestasi tingkat nasional. Closing dari
belajar online yang di sampiakn bu Hati adalah
menulis apa yang kita mau dan ada di benak kita,Ikuti sistematika penulisan
arah tulisan yang akan dibuat. fokus
pada buku yang dirancang, buat apa saja yang akan kita tuliskan , buat outlinenyat dulu. Niatkan berkarya Hasilnya
Allah yang menentukan.
Belajar menulis gelombang 2 bersama Om Jay (Wijaya Kusumah)
Pertemuan online ke 13

Tidak ada komentar:
Posting Komentar