Rabu, 19 Februari 2020

Menulis sebagai Hobi Menjadi Prestasi










Malam ini kegiatan belajar online gelombang 2 pertemuan ke 13 dengan nara sumber yang hebat dan moderator yang ok.Melihat dari biodatanya, Bu Hati guru Muda namun prestasinya sudah segudang.  Penghargaan yang di dapatnya yaitu Anugerah Winaya Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Bupati Bandung sebagai Guru Penggerak Indonesia Maju- 2019,Anugerah Winaya Kabupaten Bandung Guru Berprestasi 2017,Karya Terbaik I Diseminasi Literasi Nasional Kemendikbud 2017.Karya tulis bukunyapun sudah banyak yang diterbitkan, tetapi beliau tetap humble.

Menurut Bu hati menulis itu banyak ceritanya, belum mahir dalam menulis, namun berusaha mengikuti alur jenis penulisan  dan menulis apa yang menurutnyaa bisa, dan  sesuai apa yang diinginkan. bukunyapun sudah banyak yang diterbitkan. Menurutnya Menulis sebagai Hobi sederhana. Terinspirasi dari dosen  IPA di UPI, Yusuf Hilmi Adisenjaja...tahun 2002saat kuliah. Mencoba menulis dan masukkan ke majalah ternyata lolos sebanyak dua kali.,tentunya kajian ipa dengan Alqur'an.Iitu tahap perdana. Baru menulis kembali tahun 2007, sebatas PTK.Namun bukan kepentingan untuk naik pangkat kareana belaui guru honorer.  Guru Honorer yang ada di zona nyaman dengan karya-karyanya. Kepala sekolahnya  meminta smengirimkan ptk ke p4TKIPA. seminar internasional sains menjadi pemakalah perwakilan JABAR. saat itu pertama kali seminar

internasional  . dan awal perdananya mengenal dunia seminar.
Selain seminar   ada tawaran memasukkan  block grant tahun 2008,  para guru bilang gak mungkin lolos, Bu Hati  hanya iseng dan mengirimkan dalam waktu semalam membuat proposal ke LPMP JABAR, alhamdulillah  diterima saat pengumuman hasil penerima dana. Begitu juga dengan PTK yang diajukan setiap tahun diterima di tingkat nasional  dari 2015-2019.. berturut turut. Kegiatan diseminasi literasi 2017 merupakan ajang keberuntungan baginya,karena menjadi juara pertama. Awalnya membuat outline sebanyak 6 judul buku untuk pilihan, namun tak ada satupun yang digunakan. Akhirnya Peyeum Bandung menjadi pilihan karena mengarah ke saint Tehnologi konvensional. Dibuat dalam waktu 6 hari sebelum deadline.
Menulis baginya mengisi waktu luang setelah mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang beliau sebut Refreshing otak.Bu hati dulu penjaja buku ke penerbit mayor,dan ditolak, namun baginya tak ada masalah ,walaupun ada yang di terima oleh penerbit mitra sarana yaitu 2 buku tentang reftil dan ekosistem.  Penerbit Rosda karyapun menerima juga bukunya berjudul kreasi dari kain flanel. Waktu itu beliau belummengenal penerbit indie. Bu hatipun beruntung mengikuti kelas kesharlindung dan lolos seleksi.
Naskah peuyeum Bandung   sederhana sekali, dan pernah disindir oleh teman se grupnya karena menurut  temannya tulisan bu hati tidak bagus, malah menganjurkan menulis tentang kelima putranya. Ternyata bunda kita yang masih muda dan cantik ini mempunya 5 putra, luar biasa . Dengan mempunyai lima anak masih dapat menulis dan berprestasi.Awalaupun awalnya malu menulis tentang Peuyeum Bandung, namun salah satu profesor  di kampusnya sangat mendukung karena mengangkat kearifan lokal dan bangga dengan budaya. Sejak itu saya menerbitkan buku di penerbit indie, Bu Hati membantu  mengedit dan menerbitkan buku temannya di penerbit indie. Saat ini 200 an buku naskah guru  tingkat nasional yang beliau edit.
Bu hati mengambil ide karena mengangkat saint dan bioteknologi dengan narasi. Peuyeum Bandung itu  ada nilai mengangkat kearifan lokal, karakter, religi, keterampilan  yang dipadukan. Bu Hatipun membuat puisi sebagai rangkuman dari isi cerita setiap bab. Di awal bab di tempatkan puisi. Beliau selalu membuat naskah yang baru,dan kini membuat penerbit indie sendiri. Namanya penerbit Tata Akbar, berdiri bulan Oktober 2019. Walaupun baru berdiri sudah sudah terbit 50 naskah dan memproses 45 naskah baru.  Motto Beliau  “Dengan menulis aku berpetualang”. Menulis awalnya tidak bisa dan menjadi bisa, jangan takut mencoba. Bu Hati di gandeng penulis ternama karena pandai menulis  dan dikenalkan oleh temannya di kampus UPI.
Ada trik mengubah PTK menjadi Buku menurut bu Hati
Inilah trik mengubah PTK jadi buku
TRIK MENGUBAH KTI (PTK) MENJADI BUKU
Contoh
Judul PTK :
Penggunaan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar pada Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia di Kelas IX SMP Negeri Surabaya Tahun Ajaran 2017/2018
Judul Buku: Penggunaan Media Audiovisual dalam Pembelajaran Sejarah
1. Bab I (Pendahuluan) buang masalah, manfaat, definisi operasional
a.Tambahkan bagian kesenjangan (berisi rendahnya hasil belajar, motivasi, minat belajar, dsb.) ganti dengan kondisi memprihatinkan yang terkait pembelajaran materi/ mapel yang kita PTK-kan. Jadi, tidak lagi hanya terbatas pada kondisi kelas kita).
b.Pernyataan “Berdasarkan latar belakang di atas, penulis menetapkan untuk melakukan penelitian tindakan ke… DIUBAH menjadi “buku ini ditulis berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang berjudul .....”
2. Bab II adalah subbab 2.1 (kajian teori yang pertama
3.  Bab III adalah sub bab 2.2
4.Bab IV adalah subbab 2.3 (sesuaikan dengan jumlah kajian teori pada bab II.
5.Bab V (Diangkat dari bab Hasil Penelitian dan Pembahasan)Peng-gunaan Media Audiovisual dalam Pembelajaran Sejarah.
Di bagian awal beri pengantar seperti ini:Uraian pada bab ini diangkat dari hasil penelitian tindakan kelas yang dialkukan di ... pada ...
Data yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah ... yang dikumpulkan dengan instrumen ... Data dianalisis dengan ....
Lalu sub bab berikutnya mengikuti subbab pada bab Hasil Penelitian dan pembahasan. 
            Foto foto unik sederhana dapat menjadi ide menulis, memotivasi anak didik menulis mandiri, tuliskan   dan diterbitkan. Terkadang belajar memvideokan sederhana . Putrinya pun di motuvasi untuk menulis dan menghasilkan karya. Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Bu hati pun menjadi editor bertaraf nasional karean mengedit karya guru berprestasi tingkat nasional. Closing dari belajar online yang di sampiakn bu Hati adalah  menulis apa yang kita mau dan ada di benak kita,Ikuti sistematika penulisan arah tulisan  yang akan dibuat. fokus pada buku yang dirancang, buat apa saja yang akan kita  tuliskan ,  buat  outlinenyat dulu. Niatkan berkarya Hasilnya Allah yang menentukan.

Belajar menulis gelombang 2 bersama Om Jay (Wijaya Kusumah)

Pertemuan online ke 13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar