Alhamdulilah bisa mengikuti belajar menulis online
gelombang ke 2. Pada pertemuan ini sebagai nara sumber adalah pak Agus Sampurna
dan sebagai moderator yang punya gagasan (om Jay)
Pak agus ini adalah seorang Blogger yang hebat dan
banyak tulisannya di berbagai blog dan medsos lainnya. Kali ini materi yang
diberikan adalah cara inovasi guru dengan menulis di blog.
Menurut pak Agus, guru perlu berinovasi dikarenakan semua katup yang sebabkan
mandeknya Kreativitas sudah dibuka, contohnya:
1. RPP menjadi lebih aplikatif
2. Kepemimpinan diupayakan agar dimiliki juga oleh
guru sebagai guru penggerak
Sebelum memulai pelajaran kami mengisi survey dulu
melalui Link https://www.menti.com/x2ahye8rn2
Mentimeter adalah alat voting online yg interaktif,
bisa dipakai dikelas juga.
Menurut Pak Agus ada keslahpahaman tentan inovasi.
SALAH PAHAM MENGENAI INOVASI
1. Inovasi tidak melulu soal teknologi
2. Inovasi hanya lahir dari kepala sekolah yg hebat
kemudian guru tinggal melaksanakan.
3. Inovasi adalah produk. Padahal inovasi adalah
budaya.
4. Inovasi sama dengan kreativitas
5. Inovasi lahir dari sekumpulan orang pintar
6. Inovasi lahir dari kesulitan alias the power of
kepepet.
7. Inovasi lahir begitu saja.
8. Inovasi lahir karena dipaksa
Hambatan inovasi menurut kaum pendidik dan pemimpin di
sekolah
1. Ujian nasional
2. Pihak dinas
3. Rekan sekerja
4. Input siswa
5. Waktu yg sedikit
6. Bullying antar guru
7. Kepala sekolah atau rekan sekerja yg cuek
8. Biaya
9. Sarpras
10. Kurikulum
11. Orang tua siswa
12. Kewajiban membuat administrasi pengajaran
Saya memberikan tanggapan juga tentang hambatan
inovasi yaitu orang yang resisten , pak Agus pun menyetujuinya.
Cakupan inovasi cukup luas, dan memang benar bahwa
generasi saat ini menyukai teknologi. Saat yg sama guru bisa menggabungkan
keduanya misalnya dengan melakukan inovasi dalam proses pembelajaran dahulu
baru dicari apakah ada teknologi yangg bisa mendukung.Misalnya guru yg
berinovasi membuat siswanya rajin dan menjadi pandai menulis kemudian belajar
cara membuat blog utk kelasnya. Agar tulisan siswanya bisa dibaca lebih luas
audiens nya. Jadi mesti aspek pedagogik dahulu baru teknologi
Sebaiknya jauh jauh dari tipe seperti ini: Jika
seorang pemimpin di sekolah cukup
pastikan ia tidak memprovokasi guru lainnya dalam menghadapi
perubahan,Maksudnya adalah rekan kerja yang cuek atau pimpinan sekolah yang
cuek . Jika ini terjadi maka pastikan anda punya 'tempat bermain di luar'.Tempat bermain maksudnya
adalah:1. Komunitas 2. Follower3. Teman di FB.Bergabunglah dengan masyarakat
kreatif.Banyak pendidik yg masuk jebakan pertemanan, misalmya di Facebook
semata hanya masuk pada grup grup yg menyuarakan kesejahteraan tanpa mau
lebarkan sayap, belajar dari orang yg sdh lebih dulu berkembang. Dengan menulis
di blog maupun di media sosial, anda akan jadi orang yg 'terlihat' pintar dan
kreatif.
Inovasi lahir karena kebiasaan baik yg diulang terus
menerus, terkait dengan era kekinian.
semua hal menjadi lebih cepat, termasuk dalam hal
mempelajari kegiatan menulis di blog.
Jika anda guru
SD, bisa belajar dari:1. YouTube 2. Rekan yang sudah membuat.
Jika anda guru SMP dan SMA,bisa sibukkan diri degan
menulis lalu ajak atau tunjuk siswa yang mahir IT untuk mempelajari dan
membuatkannya untuk anda. Sampai akhir nya anda bisa memposting tulisan anda
sendiri.Ide mengenai inovasi datang dari masalah yangg terjadi. Bisa juga kita
inovatif dalam pembelajaran dengan menggunakan kertas post it
atau kalau tidak ada potong kertas A4 jadi 4 bagian.
minta siswa menulis jawaban pertanyaan di kertas tersebut lalu ditempel di
tembok dengan demikian semua nyaman dalam menjawab
Sebuah solusi pemecahan masalah hanya bisa disebut
inovatif bila:
1. Memberikan solusi
2. Berbiaya murah
3. Mudah ditiru
4. Gampang dilacak bukti perubahan
Bisa juga kita inovatif dalam pembelajaran dengan
menggunakan kertas post it
Ada beberapa jenis blog yang ketahui,
1. Review
produk
2. Memberikan tips dan trik
3. Bercerita pengalaman (personal branding)
Menurut Pak Agus
memulai menulis, motivasi nya lebih pada karena dilanda 'burn out' atau
kelelahan menjalankan profesi sebagai pendidik.
Saat itu Facebook masih sangat baru di dunia
maya.belum terkenal, belum ada istilah 'curhat di dunia maya' Jadilah melakukan
curhat lewat platform blog yaitu wordpress.
Namun menurutnya sangat sayang jika hanya curhat tapi tidak
berbagi solusi. Maka hal yang lakukan waktu itu adalah
1. Mulai dengan berpikir kesulitan apa sebagai guru.
2. Mencari atau riset
di internet mengenai solusi
3. Mengujicobakan di kelas
4. Menulis hasilnya di blog
Pengalaman Pak
Agus Banyak manfaat yang dirasakan dalam menulis di blog
1. Makin mencintai dunia pendidikan
2. Promosi dalam bidang pekerjaan. Waktu memulai
menulis blog adalah guru, kemudian
menjadi kepala sekolah dan menjadi
konsultan, pembicara serta pemimpin
program peningkatan kualitas pendidikan di beberapa provinsi di Indonesia.
3. Menjadi pembicara , seorang pembicara tidak akan
menjadi seorang yng handal tanpa ia menjadi penulis.Dikarenakan saat menulis ia
akan melakukan riset dan membuat materi
yang dibawakan sebagai pembicara menjadi benar
dan bermakna.
Saat menjadi
penulis. Keterampilan menjadi berbuah,
dengan tambahan profesi sebagai pemateri/pembicara dan fasilitator Namun harus
belajar sedikit lagi mengenai andragogy (pendidikan orang dewasa)
Kesimpulan dari materi diatas adalah
1. Menulislah
dengan singkat saja dan tiap yang
diblog namun padat pengetahuan dan intisari pengalaman. Terinfirasi Seth Godin
2. Jika sudah terbiasa menulis akan merasa kurang jika
belum menutup hari dengan menulis.
3. Menuliskah dimana saja dan dengan alat apa saja.bisa
gunakan fasilitas notes di smart phone ,
Jadi tidak mesti menunggu berhadapan
dengan laptop atau komputer baru menulis.
Bagi sebagian pendidik menulis di blog itu menjadi hal
yang memberatkan, padahal dengan terampil dan menarik mereka menulis status di
update media sosial mereka dengan tulisan menyentuh dan menggugah semangat.
hal-hal berikut
ini adalah bisa menjadi kemungkinan jawabannya
1.Menulis di blog perlu waktu lama untuk bisa dikenal
publik atau bahkan bisa ‘tercium’ oleh mesin pencari google. Tidak ada instant
gratification seperti kita menulis di facebook yang dalam waktu sekejap bisa
dapatkan ‘jempol’ atau like.
2. Menulis di blog dianggap perlu punya latar belakang
teori padahal tidak selalu. Blog lebih bernuansa ‘diary’ atau refleksi
pengalaman.
3.Menulis blog dianggap seperti menulis makalah ilmiah
yang membuat pendidik merasa mesti tampil ‘sempurna’. Jika pendidik itu
kemudian berhasil menulis biasanya kemudian blognya menjadi lama diisi kembali
dikarenakan energinya habis dan menjadi kehilangan selera untuk mengisinya
kembali. Lebih baik menulis singkat. padat dan jelas daripada sekali menulis
sempurna lalu setelah itu hilang.
Jika semua
pendidikberbagi pengalamannya lewat tulisan, singkat dan bersemangat, pendidikan Indonesia menjadi maju dan
berkembang dalam waktu yang cepat. Karena dapat dibagi dan dibaca serta dijadikan inspirasi oleh si pembaca untuk
diterapkan di sekolahnya masing-masing.
Menulis blog berarti bersedia untuk keluar dari zona nyaman,karena secara
tidak sadar akan menekuni hal baru yang diperlukan kesabaran dan kesadaran
dalam berbuat ,Kita akan tersenyum saat ingat pertama kali anda memulai dan menginspirasi orang lain
Terimaksih Pak Agus Sampurna dan Om Jay atas pencerahannya
semoga dengan Ngeblog dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang
lain aamiin.
Teroma kasih sdh membuat resumenya
BalasHapusmakasih juga untuk motivasinya om
BalasHapus